Abstract :
Sindrom Cerebral Palsy adalah sebutan yang diberikan para medis pada mereka yang menderita kerusakan otak. Karena kerusakan otak inilah, gerakan tubuh seseorang akan terpengaruh control dan koordinasinya pada otot, gerakan refleks serta tonusnya. Berpengaruh besar terhadap bentuk tubuh dan posturnya.
Penelitian ini mengacu pada pola komunikasi anak penyandang sindrom celebral palsy. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori studi kasus Sugiyono. Pendekatan penelitian ini adalah Pendekatan deskriptif keualitatif dengan metode penelitian studi kasus.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Studi kasus merupakan uraian atau penjelasan komperhesif mengenai berbagai aspek seseorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi (komunitas), suatu program, atau situasi situasi social.
Dalam penelitian ini kita dapat melihat bagaimana besarnya keinginan dua orang anak penyandang sindrom cerebral palsy untuk berkomunikasi walau dengan keterbatasan yang mereka miliki. Dengan bantuan dan dukungan orang orang sekitarnya mereka berusaha bertahan dalam kehidupan ini.
Kata kunci : Pola Komunikasi, Anak, Sindrom Cerebral Palsy