Abstract :
Carving art is a very typical Toraja traditional culture that is often used on tongkongan (Toraja traditional house). So far, this beautiful carving art has not been explored to the maximum because it is limited to the tourist market. In conducive conditions for tourist visits, tourism has a positive impact on the process of preserving traditional culture in Toraja. To increase innovation and aesthetic value, the cutlery will be applied with an archipelago motif, namely Toraja (South Sulawesi) using a screen printing technique. Screen printing is a printing technique in various media such as t-shirts, t-shirts, plastic, paper, glass, wood and so on by using tools such as decal screen printing (or often also called screen printing films). The application of motifs to cutlery with decal screen printing techniques and application of Toraja motifs are expected to show a cutlery design that can add aesthetic value to Toraja decorations and create harmony in the cutlery itself. Which will later be used for souvenirs for formal events with a target market for young and old people aged 17-40
Keywords: Cutlery, Toraja, souvenir
Seni ukir merupakan budaya tradisional Toraja yang sangat khas yang sering gunakan pada tongkongan (rumah adat Toraja). Sejauh ini, seni ukir yang indah ini belum dieksplorasi secara maksimal karena terbatas pada pasar wisatawan. Dalam kondisi kondusif untuk kunjungan wisata, pariwisata berdampak positif pada proses pelestarian budaya tradisional di Toraja. Untuk meningkatkan keinovativan dan nilai estetisnya, cutlery tersebut akan diaplikasikan dengan sebuah motif nusantara yaitu Toraja (Sulawesi Selatan) dengan menggunakan teknik sablon. Sablon adalah teknik mencetak dalam berbagai media seperti kaos, kaos, plastik, kertas, kaca, kayu dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu berupa screen sablon decal (atau sering juga disebut film sablon). Penerapan motif pada cutlery dengan teknik sablon decal dan aplikasi motif Toraja diharapkan dapat menunjukkan sebuah desain cutlery yang dapat menambah nilai estetis dari ragam hias Toraja dan menciptakan keselarasan pada cutlery sendiri. Yang nantinya akan gunakan untuk souvenir untuk acara formal dengan sasaran pasar generasi muda dan tua usia 17-40an
Kata Kunci : Cutlery, Toraja, souvenir