Abstract :
In Islamic finance, Sukuk instruments are similar to the bond market in
conventional finance and are intended to increase long-term investment capital.
However, according to Sharia, Sukuk means there is no uncertainty (Garar),
interest (usury) and gambling (Maisir).This is also new in the financial market in
Islamic Bank. The government uses Sukuk as an instrument for financing the state
budget, and Sukuk financing has contributed to the development and financing of
state projects. The amount of Sukuk issuance volume is influenced by external
factors such as macroeconomic conditions and internal factors, namely prices
and yields of Sukuk. The problem is whether inflation, exchange rates, Sukuk
prices and returns affect the volume of Sukuk issuance.
This research aims to determine the effect of macroeconomic variables
(inflation and exchange rates), Sukuk prices and Sukuk yields on the volume of
Retail Sukuk issuance in Indonesia, using the Vector Error Correction Model
(VECM) research model and the assistance of econometrics EViews 9. The data
used in this study are time-series data from April 2015 to March 2018, with a
research sample of Retail Sukuk with the latest maturity in March 2018, namely
Retail Sukuk SR-007 series.
The results of the study show that the inflation and price variables have a
long-term significant influence on the volume of Retail Sukuk SR-007 issuance
and only yield variables that do not influence both the long- and short-term, while
the exchange rate variable has significant long- and short-term effects.
Keywords: Issuance volume, Retail Sukuk, Inflation, Exchange Rate, Sukuk
Prices, Yield, VECM
Dalam keuangan Islam, instrumen Sukuk mirip dengan pasar obligasi
dalam keuangan konvensional dan dimaksudkan untuk menambah modal
investasi jangka panjang. Namun, menurut Syariah, Sukuk berarti tidak ada
ketidakpastian (Gharar), bunga (Riba) dan perjudian (Maisyir). Ini juga baru di
pasar keuangan Islam. Pemerintah menggunakan Sukuk sebagai instrumen untuk
membiayai anggaran negara dan pembiayaan Sukuk telah berkontribusi pada
pengembangan dan pembiayaan proyek-proyek negara. Besarnya volume
penerbitan Sukuk dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi ekonomi
makro dan faktor internal, yaitu harga dan hasil Sukuk. Masalahnya adalah
apakah inflasi, nilai tukar, harga dan pengembalian Sukuk mempengaruhi volume
penerbitan Sukuk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel
makroekonomi (inflasi dan nilai tukar), harga Sukuk dan imbal hasil Sukuk
terhadap volume penerbitan Sukuk Ritel di Indonesia dengan menggunakan
model penelitian Vector Error Correction Model (VECM) dan bantuan
ekonometrika EViews 9. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
runtut waktu dari April 2015 hingga Maret 2018, dengan sampel penelitian
Sukuk Ritel dengan jatuh tempo terbaru pada Maret 2018, yaitu Sukuk Ritel seri
SR-007.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel inflasi dan harga memiliki
pengaruh signifikan jangka panjang terhadap volume penerbitan Sukuk Ritel SR-
007 dan hanya variabel imbal hasil sukuk yang tidak mempengaruhi secara
jangka panjang dan jangka pendek, sedangkan variabel nilai tukar berpengaruh
dalam jangka panjang dan pendek yang signifikan.
Kata kunci: Volume penerbitan, Sukuk Ritel, Inflasi, Nilai Tukar, Harga Sukuk,
Yield, VECM