Institusion
Universitas Mercu Buana
Author
WIDIASTUTI, HENNY
Subject
778.5 Cinematography, Video Production, Related Activities/Sinematografi, Produksi Video, dan Kegiatan Terkait
Datestamp
2020-01-07 02:47:50
Abstract :
The film "7 Hati 7 Cinta 7 Wanita" is a drama drama genre, with a women's
theme. This film is interesting for the author, because they have discussed the
lives of Indonesian women, which of course are in it. Enter the ideology and
construction made by the film's screenwriter. The film has 7 different stories, each
of which is experienced by seven women with diverse cultural backgrounds,
social classes and characters.
This study uses qualitative research materials with discourse analysis research
methods developed by Teun A. Van Djik. Teun A. Van Djik's discourse analysis
model has three dimensions that are the object of his research, namely the
dimensions of text, social cognition and social context. The dimension is the
arrangement of the structure of the text, social awareness is the view,
understanding, and mental awareness of the text maker who composes the text.
While the social context is knowledge about developing that is related to society
over discourse.
Through the discourse model Teun A. Van Djik, the author found information
in the scenario of the film "7 Hati 7 Cinta 7 Wanita" which is related to
information in other sentences, and has undoubted coherence, thus creating a
discourse structure that produces form and meaning. The discourse analyst Teun
A. Van Djik also captured information about this film as representing one of the
representation of women in Indonesia who discussed various kinds of challenges
that befell women.
Keywords: Issues of Violence Against Women, Discourse, film 7 Hati 7 Love 7
Women
Film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita†merupakan film yang bergenre drama,
dengan tema perempuan. Film ini menarik untuk penulis teliti, kerena telah
mengangkat realitas permasalahan kehidupan perempuan Indonesia, yang tentu
saja didalamnya terdapat. Masukkan ideologi dan konstruksi yang dibuat oleh
penulis skenario film tersebut. Film ini memiliki 7 cerita berbeda yang masingmasing
di alami oleh tujuh perempuan dengan latar belakang budaya, kelas sosial
dan karakter tokoh yang beragam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
penelitian analisis wacana yang dikembangkan oleh Teun A. Van Djik. Analisis
wacana model Teun A. Van Djik memiliki tiga dimensi yang menjadi objek
penelitiannya, yaitu dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Dimensi
merupakan sususan struktur teks, kognisi sosial merupakan pandangan,
pemahaman, serta kesadaran mental pembuat teks yang membentuk teks.
Sedangkan konteks sosial merupakan pengetahuan mengenai situasi yang
berkembang di masyarakat yang berkenaan atas suatu wacana.
Melalui wacana model Teun A. Van Djik, penulis menemukan bahwa
informasi dalam skenario film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita†berhubungan dengan
informasi dalam kalimat lainnya, serta memiliki unsur-unsur koherensi, sehingga
terbentuklah struktur wacana berupa bentuk dan makna. Analasis wacana Teun A.
Van Djik juga mengangkap informasi bahwa film ini merupakan salah satu
representasi dari keadaan perempuan di Indonesia yang mengalami berbagai
macam kekerasan yang menimpa perempuan.
Kata Kunci : Isu Kekerasan terhadap Perempuan, Wacana, film 7 Hati 7Cinta 7
Wanita