Institusion
Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri
Author
Trisna, Sri Auliani
Subject
000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum
Datestamp
2024-09-10 09:05:04
Abstract :
Perkembangan teknologi informasi telah berdampak signifikan pada berbagai sektor, termasuk organisasi nirlaba yang menghadapi tantangan keamanan informasi. Pondok Yatim Dhuafa Thursina Bogor, misalnya, berisiko mengalami kebocoran data sensitif tanpa sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) yang memadai. ISO/IEC 27001:2022 menyediakan kerangka kerja untuk mengatasi masalah ini dengan meningkatkan keamanan data dan kepercayaan donatur. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan SMKI berbasis ISO/IEC 27001:2022 di Pondok Yatim Dhuafa Thursina Bogor. Pengelolaan risiko keamanan di Pondok Yatim Dhuafa Thursina Bogor dilakukan sesuai dengan standar ISO/IEC 27001:2022, mencakup identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko yang terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan, Pondok Yatim Dhuafa Thursina Bogor dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko keamanan informasi secara efektif, serta menyusun langkah mitigasi yang tepat. Penerapan standar ini membantu lembaga dalam menjaga keamanan informasi yang dikelola. Evaluasi menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diterapkan memenuhi kebutuhan lembaga dan menekankan pentingnya pengujian serta pemantauan berkelanjutan. Dengan mengikuti standar ISO/IEC 27001:2022, lembaga ini dapat meningkatkan perlindungan informasi sensitif, memperkuat kepercayaan, dan reputasi di mata donatur dan masyarakat.
Kata kunci : Teknologi Informasi, SMKI, ISO/IEC 27001:2022, Keamanan Informasi, Pondok Yatim Dhuafa Thursina.