Abstract :
Perbankan di Indonesia mengalami perkembangan pasang surut. Krisis ekonomi pada tahun 1997 merupakan salah satu bukti penurunan kondisi perbankan di Indonesia. Salah satu faktor dalam kebijakan dividen adalah laba bersih dan arus kas operasi, besarnya presentase pembagian laba bersih sebagai dividen yaitu disebut dengan Dividen Payout Ratio. Selain itu arus kas operasi merupakan indikator perusahaan menghasilkan kas yang cukup untuk membayar dividen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan laba bersih dan pertumbuhan arus kas terhadap kebijakan dividen pada Bank Umum Syariah.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang merupaka data sekunder dengan metode penentuan sampel menggunakan Teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanya 10 Bank Umum Syariah. Metode pengolahan dan analisis data melalui pengujian hipotesis dengan analisis regresi data panel menggunakan software Eviews12.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perlumbuhan laba bersih tidak berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen di Bank Umum Syariah. Hal ini dibuktikan dengan hasil regresi yang menunjukan nilai signifikan untuk variabel pertumbuhan laba bersih lebih besar dari nilai alpha 0,05. Pertumbuhan arus kas tidak berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap keijakan dividen dimana nilai signifikan lebih besar dari nilai alpha 0,05. Kemudian hasil uji f menunjukan bahwa pertumbuhan laba bersih dan pertumbuhan arus kas secara simultan tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen di Bank Umum Syariah