Institusion
Akademi Farmasi Putera Indonesia Malang
Author
Wulandari, Irin Retno
Susanti, Erna
Subject
BG Ilmu Farmasi
Datestamp
2019-12-10 08:50:19
Abstract :
Tingginya angka resistensi antibiotik di Indonesia menjadi landasan pemerintah untuk turut berperan
aktif dalam upaya mengurangi angka resistensi antibiotik dalam bentuk Program Pencegahan
Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) dan mewajibkan semua rumah sakit di Indonesia
memiliki tim PPRA. Salah satu tugas tim PPRA di rumah sakit adalah melakukan evaluasi
penggunaan antibiotik secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola
penggunaan antibiotik dan nilai DDD masing-masing jenis antibiotik yang digunakan di ruang
perawatan bedah dan kebidanan, kandungan dan peritonologi di Rumah Sakit Umum Wonolangan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara retrospektif
dengan mengambil sampel catatan rekam medis pasien di ruang bedah dan kebidanan, kandungan
dan peritonologi yang keluar rumah sakit pada periode bulan Oktober-Desember 2018. Data yang
diperoleh kemudian dianalisa dan diperoleh hasil total DDD/100 patient day di ruang bedah adalah
68,60 dengan total LOS 668 hari, sedangkan di ruang kebidanan, kandungan dan peritonologi total
DDD/100 patient day adalah 62,82 dengan total LOS 485hari. Kesimpulan penelitian ini adalah nilai
DDD/100 patient day untuk masing-masing jenis antibiotik di ruang bedah adalah Ceftriaxon
(53,37), Meropanem (5,84), Metronidazol infus (5,19), Amikasin (2,17), Ampicillin (1,35),
Ciprofloxacin infus (0,54) dan Cefoperazone (0,15) dan di ruang kebidanan, kandungan dan
peritonologi adalah Ceftriaxon (44,64), Metronodazol infus (5,84), Cefotaxime (5,31), Gentamycin
(4,81), Cefadroxil (1,39), Erythromycin (0,62) dan Ciprofloxacin tablet (0,21).
Kata Kunci : Analisa Kuantitatif, Antibiotik, Rumah Sakit Umum Wonolangan.