Abstract :
ABSTRAKSI
Maulina Kartika, 2017,NIT : 50134755.N,"Proses Pembongkaran Muatan Curah Batu Bara pada MV. Arimbi Barund', skripsi, Program Studi Nautikq Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. H.S. Sumardi, SH, MM, M.Mar. Pembimbing II: Sri Suyanti, SS, M.Si
Perkembangan transportasi laut dewasa ini begitu pesat sesuai perkembangan zaman. Dalam kegiatanya Pelabuhan PLTU Paiton melakukan pembongkaran batu bara untuk produksinya. Yang perlu diperhatikan agar kapal dalam keadaan siap untuk melaksanakan pemuatan adalah dilaksanakannya perawatan secara teratur, diantaranya adalah perawatan alat bongkar muat. Dalam pelaksanaan pembongkaran muatan tersebut sering terjadi keterlambatan. Adapun tujuan yang hendak dicapai dari hasil penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang sering dihadapi MV. Arimbi Baruna dalam memperlancar proses bongkar muatan curah batu bara dan meningkatkan kinerja dalam suatu proses bongkar muatan curah batu bara dan meningkatkan kinerja dalam suatu proses bongkar tersebut guna menghindari keterlambatan.
Dalam skripsi ini metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang mengatur suatu metode penelitian dengan menggunakan beberapa aspek seperti pengumpulan data lewat riset pustaka, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini penulis melakukan observasi langsung ke dermaga bongkar muat curah dan MV. Arimbi Baruna, penulis melaksanakan wawancara dengan supervisor yang berhubungan langsung dengan proses bongkar tersebut. Penulis juga melakukan pengambilan gambar guna mendukung keabsahan data dalam penulisan skripsi ini.
Dari hasil penelitian dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan dari keterlambatan suatu proses bongkar muatan curah batu bara di Pelabuhan PLTU Suralaya antara lain adanya operator crane darat yang kurang terampil, kurangnya perawatan pada peralatan bongkar, adanya tenaga buruh bongkar yang sudah lanjut usia, serta terjadinya kebakaran muatan di dalam palka.
Berdasarkan hasil penelitian sebaiknya pelabuhan PLTU Suralaya dalam upaya nya, memberikan pendidikan keterampilan kepada operator crane serta menonaktifkan tenaga kerja yang sudah lanjut usia diganti dengan tenaga yang lebih muda dan profesional. Pada peralatan bongkar muat diadakan perawatan rutin dan berkala. Pada saat proses pemuatan berlangsung dan MV. Arimbi Baruna melakukan perjalanan menuju pelabuhan tujuan, menggunakan sistem peranginan palka yangtepat. Dengan demikian kerjasama seluruh pihak terkait dapat meminimalkan hambatan pada proses bongkar muatan batu bara tersebut.
Kata kunci : Bongkar muatan batu bara, MV. Arimbi Baruna