Abstract :
INTISARI
ILHAM MAULANA MUZAKI, 2020, NIT: 52155685 N, ??Pelaksanaan Aturan
Colreg saat Berlayar pada Bagan Pemisah Selat Shimonoseki Jepang di
LPG/C Cipta Diamond?, Program Studi Nautika, program diploma IV,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Arika Palapa,
M. Si, M.Mar dan Pembimbing II: Poernomo Dwi Atmojo, M.H
Berdasarkan aturan colreg 1972 yang terkait dengan selat tersebut dan
fungsi dari Kanmon Martis sebagai badan penyedia pelayanan lalu lintas kapal
yang sangat penting dalam menunjang kelancaran pelayaran di dalam bagan
pemisah lalu lintas selat Shimonoseki Kanmon Jepang. Dalam hal itu pemahaman
aturan-aturan tersebut sangat penting saat berlayar pada bagan pemisah lalu lintas
tersebut, dan perlu mendapat perhatian khusus sehubungan dengan kondisi lalu
lintas yang ramai dan kondisi perairan serta faktor-faktor alam yang terjadi di
perairan tersebut.
Landasan teori yang diambil dalam penulisan skripsi ini adalah
berdasarkan adanya permasalahan yang sering timbul diatas kapal. Seperti
terjadinya situasi darurat disebabkan karena kondisi lalu lintas yang ramai,
terganggunya pengamatan yang disebabkan oleh kabut, dan adanya pasang dan
surut yang tinggi didalam bagan pemisah lalu lintas perairan selat Kanmon
Jepang, dan tidak kondisi mesin yang tidak prima saat kapal berolah gerak di
pelayaran sempit selat kanmon. Dalam skripsi ini juga penulis menggunakan
kaidah yang diambil dari teori yang berhubungan dengan topik yang dibahas.
Selain itu metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah kualitatif,
sedangkan untuk metode penyelesaian yang digunakan adalah fishbone.
Pada analisa data dan hasil penelitian berisi pemaparan penulis tentang
aturan dari Kanmon Martis dan Colreg 1972 yang ditemui saat melintasi selat
tersebut, dan beberapa kendala yang dialami diantaranya faktor dari luar yaitu
faktor alam, ramainya lalu lintas, kurangnya pemahaman berlalu lintas pada bagan
pemisah, dan faktor dari dalam yaitu terdapat kendala dalam mesin utama yang
tidak optimal menpengaruhi olah gerak dan laju kapal .
Untuk itu, diperlukan kecakapan pelaut yang baik agar permasalahan
tersebut dapat diatasi agar terwujudnya suatu pelayaran yang aman selama
berlayar didalam bagan pemisah lalu lintas.
ABSTRACT
ILHAM MAULANA MUZAKI, 2020, NIT: 52155685 N, ??Implementation of
the Colreg Rules when Sailing on the Japan Shimonoseki Strait
Separator scheme at LPG/C Cipta Diamond?, Nautical department,
program of diploma IV, Merchant Marine Polythechnic of Semarang,
Lecture I: Capt. Arika Palapa, M. Si, M.Mar dan Lecture II: Poernomo
Dwi Atmojo, M.H
Based on the 1972 colreg rules related to the strait and the function of
Kanmon Martis as a provider of ship traffic services which is very important in
supporting the smooth navigation of the Japan Shimonoseki Kanmon Strait traffic
separation chart. In that case, understanding these rules is very important when
sailing on the traffic separation chart, and special attention needs to be paid in
relation to the busy traffic conditions and water conditions and natural factors that
occur in these waters.
The theoretical basis taken in writing this thesis is based on the problems
that often arise on the ship. Such as an emergency situation caused by busy traffic
conditions, disruption of observations caused by fog, and the presence of high
tides and tides in the Japanese Kanmon Strait water separator flow chart, and not
prime engine conditions when the ship is moving on a narrow cruise Kanmon
strait. In this thesis the authors also use rules taken from theories related to the
topics discussed. In addition, the research method used by the writer is qualitative,
while the settlement method used is fishbone.
In the analysis of the data and the results of the study contains the
author's explanation of the rules of the Kanmon Martis and Colreg 1972
encountered when crossing the strait, and several obstacles experienced include
external factors, namely natural factors, traffic congestion, lack of understanding
of traffic on the dividing chart, and internal factors, namely that there are
obstacles in the main engine that are not optimal affecting the motion and speed of
the ship.
For this reason, it is necessary to have good seafarers' skills so that these
problems can be overcome so that a safe voyage is made while sailing in the
traffic separation scheme.