DETAIL DOCUMENT
ANALISA PROGRAM TOL LAUT TERHADAP KETERSEDIAAN LOGISTIK DIWILAYAH TERTINGGAL,TERPENCIL,TERLUAR DAN PERBATASAN (3TP) DI INDONESIA
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
ARI, MANATUTO
Subject
KALK 
Datestamp
2020-11-05 04:19:54 
Abstract :
ABSTRAK Ari Manatuto,2020, NIT: 531611306196. K, ?Analisa Program Tol Terhadap Ketersediaan Logistik di Wilayah Tertinggal,Terpencil,Terluar dan Perbatasan (3TP) di Indonesia?, Skripsi Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Daryanto S.H.,M.M. Pembimbing II: H. Rahyono, SP.1.,M.M.,M.Mar.E. Tol laut adalah konsep pengangkutan logistik kelautan yang bertujuan untuk mengubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Nusantara dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut maka dapat diciptakan kelancaran distribusi barang sampai wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan di Indonesia. Realitas dalam kenyataanya operasional tol laut masih memiliki banyak kendala yang menyebabkan belum optimalnya kinerja tol laut bagi wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan secara terperinci pengaruh program tol laut terhadap ketersediaan logistik di wilayah tertinggal,terpencil,terluar, dan perbatasan di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan: 1) Program tol laut berpengaruh terhadap ketersediaan logistik di wilayah tertinggal,terpencil,terluar dan perbatasan. 2) Pelaksanaan operasional program tol laut masih memiliki kendala. 3) Upaya penanganan terhadap kendala-kendala program tol laut telah dilakukan dalam rangka mewujudkan tujuan tol laut yang berupa pemeretaan logistik upaya yang dilakukan oleh pemerintah diantaraya adalah : 1) Standarisasi biaya pengurusan logistik pada tol laut. 2) Pemberdayaan moda transportasi lanjutan untuk kelancaran distribusi logistik end to end. 3) Merevesi ulang jenis-jenis bapokting yang akan diangkut oleh angkutan barang tol laut. 4) Mempercepat pembangunan termnal dan pelabuhan serta infrastruktur di wilayah tertinggal,terpencil,terluar, dan perbatasan. 5) Memperkuat pengawasan terhadap operasional program tol laut agar tak terjadi suatu pelanggaran. 6) Menerapkan penyesuaian dan kontrolterhadap bapokting angkutan barang tol laut logistik. 7) Pengaturan terhadap peraturan terkait subsidi moda transportasi dan sistem logistik bapokting. Kesimpulannya adalah program tol laut ini sudah memberikan pengaruh besar terhadap penyaluran dan ketersediaan logistik di wilayah tertinggal,terpencil,terluar dan perbatasan walaupun dalam pelaksanaanya masih ada kendala-kendala, upaya dalam memaksimalkan kinerja program tol laut selalu di upayakan untuk mencapai tujuan program tol laut. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang