Abstract :
Intisari-Meningkatnya kebutuhan hidup yang
mengakibatkan banyak pelaut maupun masyarakat
memilih jalan pintas dengan membuat sertifikat kepelautan
palsu. Atase Perhubungan KBRI Singapura, mempunyai
peran penting dalam penyelesaian kasus sertifikat
kepelautan palsu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui penyebab serta dampak maraknya sertifikat
kepelautan palsu di wilayah Singapura, dan mengetahui
langkah-langkah yang dilakukan oleh Atase Perhubungan
KBRI Singapura. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif. Observasi, wawancara dan studi pustaka
dilakukan untuk mengumpulkan data. Peneliti kemudian
melakukan perpanjangan pengamatan dan metode
triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Penyebab maraknya
sertifikat kepelautan palsu adalah perilaku sosial pelaut
yang menyimpang, sistem sertifikasi pelaut Indonesia online
yang masih lemah dan adanya peluang serta kesempatan
bagi pelaut untuk melakukan kecurangan. 2) Dampak
khusus dari beredarnya sertifikat kepelautan palsu adalah
banyak pelaut yang susah mencari pekerjaan di perusahaan
pelayaran Singapura, kurangnya kepercayaan perusahaan
asing untuk merekrut pelaut Indonesia, serta dilakukan
blacklist kepada pelaut Indonesia dengan rank tertentu di
beberapa perusahaan. 3) Upaya penyelesaian kasus ini
adalah mengaplikasikan fungsi pengawasan dan
pemeriksaan dengan tegas, melakukan verifikasi
penerbitan dengan lembaga diklat terkait, serta
bekerjasama dengan Badan Siber Sandi Negara (BSSN)
untuk memperkuat sistem keamanan sertifikasi pelaut.
Saran dari penelitian ini adalah: 1) Mengurangi perilaku
sosial yang menyimpang dengan cara melakukan sosialisasi
kepada pelaut. 2) Stakeholder terkait lebih hati-hati dalam
menyimpan blanko sertifikat dan melakukan uji coba
sistem sertifikasi pelaut online. 3) Membuka rekrutmen
pelaut lokal dan memanfaatkan program pemerintah
seperti tol laut