DETAIL DOCUMENT
DAMPAK TERJADINYA TUBRUKAN ANTARA MOTHER VESSEL DENGAN TONGKANG SAAT TRANSHIPMENT BATUBARA
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
SANTOS, SETYAWAN
Subject
Prosiding 
Datestamp
2021-08-19 07:52:55 
Abstract :
Abstraksi - Tubrukan yaitu terjadi benturan atau sentuhan kapal yang satu dengan yang lainnya. Adanya fenomena tubrukan mother vessel dengan tongkang akan mempengaruhi transhipment batubara menjadi terhambat dan mengakibatkan klaim, untuk itu perlu dilakukan penanganan dan bagaimana cara mencegah fenomena terjadinya tubrukan antara mother vessel dengan tongkang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya tubrukan antara mother vessel dengan tongkang saat transhipment batubara, dampak yang terjadi akibat tubrukan antara mother vessel dengan tongkang saat transhipment batubara, dan upaya untuk mencegah terjadinya tubrukan antara mother vessel dengan tongkang saat transhipment batubara. Metode pengumpulan data dari penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Metode pengumpulan data yang dilakukan dari berbagai kegiatan diantaranya melakukan pengamatan secara langsung saat transhipment batubara di MV. Thor Future, hasil wawancara dengan foreman dan surveyor, mengumpulkan hasil dokumentasi, dan membaca beberapa buku yang berhubungan dengan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis fishbone analysis. Hasil penelitian yang dilakukan saat transhipment batubara sehingga menimbulkan terjadinya tubrukan antara mother vessel dengan tongkang adalah cuaca buruk sehingga tali mooring putus, kurangnya pemasangan fender, kelalaian dan kecerobohan crew tugboat dan foreman, serta kurangnya pemahaman saat penyandaran tongkang. Dampak terjadinya tubrukan antara mother vessel dengan tongkang adalah kegiatan bongkar muat batubara menjadi terhambat dan menimbulkan klaim dari shipowner. Upaya untuk mencegah agar tidak terjadi tubrukan adalah penambahan fender pada lambung mother vessel, foreman harus selalu mengecek tali mooring, menggunakan tug assistance saat penyandaran tongkang, dan melakukan pengarahan terhadap buruh TKBM 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang