DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PENCEGAHAN KEBAKARAN MUATAN BATUBARA DI MV. SRI WANDARI INDAH
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
BAGAS, TRI SAPUTRO
Subject
Nautika 
Datestamp
2020-11-18 07:36:20 
Abstract :
ABSTRAKSI Saputro, Bagas Tri,531611105994 N, 2020, ?Analisis Pencegahan Kebakaran Muatan Batubara Di MV. Sri Wandari Indah?, Program Diploma IV, Program Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Dr. Capt. Mashudi Rofik, M.Sc., Pembimbing II: Okvita wahyuni, S.ST., M.M. Batubara termasuk salah satu muatan berbahaya dimana batubara dapat memanas atau terbakar sendiri. Batubara adalah bahan bakar fosil yang dapat terbakar sendiri, terbentuk dari endapan, batuan organik yang terutama terdiri dari karbon, hydrogen dan oksigen. Dengan dasar teori itu peneliti merumuskan masalah tentang faktor apa saja yang menyebabkan terbakarnya muatan batubara diatas kapal MV. Sri Wandari Indah, bagaimana cara pencegahan muatan batubara yang terbakar di MV. Sri Wandari Indah, dan bagaimana upaya mengatasi kebakaran muatan batubara terbakar di MV. Sri Wandari Indah yang digunakan dalam pembuatan laporan penelitian. Metode analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif kualitatif. Deskriptif adalah suatu metode penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang ada. Kualitatif adalah pengamatan, wawancara atau penelaahan dokumen, metode kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, faktor-faktor penyebab terjadinya muatan batubara yang terbakar ketika pemuatan di MV. Sri Wandari Indah dengan faktor utama penyebab kebakaran adalah nyala api dikarenakan terpenuhinya unsur segitiga api, adanya pemadatan muatan yang kurang maksimal, terlalu lamanya berlabuh jangkar, dan kerusakan pada deck crane yang menyebabkan kebakaran muatan batubara semakin menjalar. Penanganan yang dilakukan adalah dengan memutus rantai segitiga api, serta dilakukan pembongkaran pada batubara yang terbakar, kemudian upaya pencegahan yang dilakukan adalah mengupayakan untuk meniadakan unsur segitiga api yang dimaksudkan adalah unsur oksigen dengan pemadatan ruang muat. Simpulan dari penelitian ini adalah faktor yang menyebabkan kebakaran adalah terpenuhinya unsur segitiga api. Dampak yang terjadi menimbulkan kerugian material, waktu bahkan nyawa. Upaya untuk mencegah dengan cara memutus rantai segitiga api. Saran dari penelitian ini adalah sebaiknya perusahaan memilih batubara yang baik, nahkoda mengadakan safety meeting sebelum muat, mualim satu meningkatkan pengecekan secara berkala dan perwira jaga sebaiknya selalu sebaiknya selalu mengawasi proses bongkar muat 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang