Abstract :
ABSTRAKSI
Indra, Iqbal, Imanta, Dasa, NIT: 551811116548N, 2022 ?Analisis Penyeab
Terjadinya Kandas MV. Spil Nita Saat Memasuki Pelabuhan Kuala
Tanjung?, skripsi, Program Studi Nautika, Program Diploma IV,
PoliteknikIlmuPelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Akhmad Ndori,
S.ST., MM., M.Mar, Pembimbing II: Yustina Sapan, S.ST., MM.
Insiden kandas merupakan suatu insiden yang dapat membahayakan, baik
keselamatan jiwa crew kapal, kapal dan muatannya, maupun keselamatan
lingkungan insiden ini tentu sangat merugikan banyak pihak, khususnya
perusahaan.Dalam melakukan penelitian mengenai kasus kandasnya kapal, ada
banyak sekali hal-hal yang dapat memberikan suatu pelajaran bagi penulis
khususnya dan bagi para navigator-navigator kapal umumnya. Maka dari itu
penulis mengambil judul penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penyebab
kandasnya MV. Spil Nita saat akan memasuki pelabuhan Kuala Tanjung, tindakan
apa yang di lakukan dalam upaya pembebasan kapal dari kandas, serta tindakan
apa yang di ambil dalam upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terjadi
kembali. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyebab
utama kandasnya MV. Spil Nita pada saat akan memasuki pelabuhan Kuala
Tanjung, untuk mengetahui tindakan apa yang dilakukan crew MV. Spil Nita pada
saat kapal kandas, dan untuk untuk mengetahui tindakan apa yang di ambil dalam
upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dengan teknik
trianggulasi, yaitu dengan melakukan observasi, dokumentasi, dan wawancara
untuk mengumpulkan data-data.Dari teknik tersebut didapat beberapa temuan
yang menjadi faktor-faktor penyebab kandasnya MV. Spil Nita, yaitu kegagalan
bridge team, kecerobohan, keadaan perairan, dan tidak adanya bouy penanda pada
daerah dangkalan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa
faktor yang menyebabkan MV. Spil Nita kandas, faktor tersebut dibedakan
menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal kapal. Adapun tindakan
yang diambil sebagai upaya pembebasan kapal yaitu dengan membuang ballast
sehingga draft kapal berkurang kemudian menunggu pasang air laut bertambah
sehingga kapal dapat mengapung kembali dan dapat bergerak keluar dari
dangkalan. Tindakan yang diambil Nakhoda sebagai upaya pencegahan insiden
serupa terulang kembali yaitu dengan cara melakukan safety meeting setiap bulan,
selalu melakukan updating terhadap peta yang di pakai, dan menekankan untuk
penerapan resthours di kapal.