DETAIL DOCUMENT
ANALISIS TIDAK NORMALNYA KERJA SISTEM ACTUATOR VALVE PADA PENGOPERASIAN BALLAST DI MV. SPIL RATNA
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
SAPUTRA, DAVID WAHYU
Subject
Teknika 
Datestamp
2022-09-26 01:17:33 
Abstract :
ABSTRAKSI David Wahyu Saputra, 2022, NIT: 551811216637.T, ?Analisis Tidak Normalnya Kerja Sistem Actuator Valve Pada Pengoperasian Ballast di MV. SPIL RATNA?, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Mustoliq, MM, M.Mar.E, Pembimbing II: Febria Surjaman, M.T. M.Mar.E. Ballast water adalah sebuah media yang digunakan untuk pemberat atau penyeimbang kapal serta dapat meningkatkan kemampuan manuver dan stabilitas kapal. Dalam proses pengopersian air ballast terdapat komponen-komponen yang berfungsi untuk menunjang kelancaran pengoperasiannya. Salah satu contoh komponen- komponen tersebut adalah actuator valve. Kerja actuator valve sangat berpengaruh terhadap kelancaran pengoperasian ballast yaitu pada saat proses ballasting dan deballasting. Dengan demikian, kondisi actuator valve harus diperhatikan dan dijaga agar selalu dalam kondisi baik, sehingga dalam pengoperasian ballast tidak mengalami hambatan. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penyampaian masalah adalah dengan gabungan metode SHEL (Softwere, Hardwere, Environment, Livewere) untuk mengidentifikasi masalah yang diteliti, dan metode. USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menghasilkan perioritas masalah berupa faktor penyebab, dampak dan upaya terhambatnya kerja actuator valve pada pengoperasian ballast. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di kapal MV. SPIL RATNA pada tanggal pada 19 Agustus 2020 sampai dengan 29 Juli 2021, dapat disimpulkan bahwa penyebab terhambatnya kerja actuator valve pada pengoperasian ballast terdapat empat faktor prioritas masalah yaitu; kategori software adalah kurang tepatnya pengaturan tekanan udara pada pneumatic system, kategori hardware berupa macetnya selenoid valve pada actuator, kategori environment berupa kondisi udara yang lembab, kategori lifeware berupa kurangnya kepedulian crew. Upaya yang dapat dilakukan dari ke empat faktor prioritas yaitu dengan melakukan pengaturan tekanan udara sesuai dengan panduan pada manual book, melakukan perawatan pembersihan dan melakukan perawatan berdasarkan kondisi (condition based maintenance), mempercepat aliran sirkulasi udara dan pengecatan pada lingkungan sekitar, melakukan kegiatan toolbook meeting, berdiskusi tentang permasalahan dan melakukan familiarisasi. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang