DETAIL DOCUMENT
PENCEGAHAN TERJADINYA KEKURANGAN MUATAN BAHAN BAKAR MINYAK PADA SAAT BUNKER KAPAL REPUBLIK INDONESIA (KRI) DI PT. PERTAMINA TRANS KONTINENTAL SURABAYA
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
UTAMI, EKA PUJI
Subject
KALK 
Datestamp
2022-09-27 06:25:14 
Abstract :
ABSTRAKSI Utami, Eka Puji, NIT. 551811316715 K, 2022, ?Pencegahan Kekurangan Muatan Bahan Bakar Minyak pada Saat Kegiatan Bunker Kapal Republik Indonesia (KRI) di PT. Pertamina Trans Kontinental Surabaya?, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Romanda Annas Amrullah, S.ST., M.M., Pembimbing II: Nasri, M.T.,M.Mar.E. Bunker merupakan kegiatan pengisian bahan bakar dari suplier ke pihak kapal. Pelaksanaan kegiatan bunker bahan bakar kapal Republik Indonesia (KRI) di Koarmada II Surabaya yang ideal harus dapat memastikan jumlah bahan bakar yang diterima sesuai dengan jumlah permintaan kapal. Pelaksanaan bunker yang tidak sesuai dengan prosedur akan menyebabkan terjadinya kerugian baik bagi pengirim ataupun penerima. Salah satu kerugian tersebut yakni adanya ketidaksesuaian antara jumlah permintaan dengan jumlah bahan bakar yang diterima kapal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisia masalah terkait adanya kekurangan muatan bahan bakar tersebut. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara selama melaksanakan penelitian di perusahaan PT. Pertamina Trans Kontinental Surabaya. Teknik keabsahan data penelitian dilakukan dengan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisa fault tree analysis. Permasalahan yang dihadapi oleh peneliti dalam melakukan penelitian menunjukkan hasil bahwa pelaksanaan proses bunker di wilayah Koarmada II yang diageni oleh PT. Pertamina Trans Kontinental Surabaya masih belum optimal karena masih adanya selisih perhitungan jumlah muatan bahan bakar antara yang dikirim dengan yang diterima oleh pihak kapal . Faktor yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut adalah kurangnya ketelitian dan keterampilan petugas dalam melakukan perhitungan hasil sounding. Tindakan yang dilakukan oleh PT. Pertamina Trans Kontinental Surabaya sebagai upaya pencegahan kekurangan muatan bahan bakar pada saat bunker kapal adalah mengadakan pengarahan dan peningkatan ketelitian bagi petugas dalam hal perhitungan sounding, mengadakan pelatihan (training) bagi para petugas yang berada dalam masa permulaan melaksanakan bunker kapal. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang