DETAIL DOCUMENT
PELAKSANAAN BONGKAR MUAT MINYAK OLAHAN OLEH ANAK BUAH KAPAL DI KAPAL MT. BAUHINIA
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
GAFARIE, FRAHSADANA GANI
Subject
TALK 
Datestamp
2023-01-09 04:16:23 
Abstract :
ABSTRAK Gani, Gafarie Frahsadana, NIT: 541711306470. K, 2021,? Pelaksanaan Bongkar Muat Minyak Olahan oleh Anak Buah Kapal di Kapal MT. BAUHINIA?, Skripsi Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut Dan Kepelabuhan, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Dosen Pembimbing I: Irma Shinta Dewi, S.S.,M.Pd. Dosen Pembimbing II: Capt. Firdaus Sitepu, S.ST., M.Si, M. Mar PT. Berlian Laju Tanker Tbk (BLT), merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia jasa transportasi laut terpadu yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam kargo curah cair seperti minyak olahan, minyak pelumas, bahan kimia cair, dan minyak bumi lain. Dalam hal ini peneliti melaksanakan penelit ian mengenai ?Pelaksanaan Proses Bongkar Muat Minyak Olahan oleh Anak Buah Kapal di Kapal MT. BAUHINIA?. Salah satu permasalahan yang dialami dalam melakukan kegiatan bongkar muat adalah faktor cuaca, Sumber Daya Manusia, alat bongkar muat, dana angkutan pengangkut yang ada dalam kegiatan bongkar muat. Seringkali jumlah muatan minyak olahan antara di tangki kapal dengan tangki darat mengalami selisih perbedaan. Setelah diteliti lebih lanjut, disimpulkan bahwa muatan tersebut mengalami kekurangan atau ada muatan yang hilang. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui kendala dan upaya apa saja untuk menunjang proses bongkar muat yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, Metode deskriptif adalah penelitian yang berusaha menjelaskan atau menggambarkan fenomena atau hubungan, antara fenomena yang diteliti dengan sistematis, aktual, dan akurat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan, kedisiplinan dan sarana yang kurang mendukung dapat mempengaruhi perbedaan jumlah muatan saat bongkar dan muat. Dampak yang timbul dalam kasus ini adalah kerugian yang diterima perusahaan. Upaya yang harus dilakukan adalah mempertegas sanki bagi perkeja yang tidak bekerja sesuai dengan SOP dan memberi pelatihan untuk anak buah kapal, serta melakukan perawatan untuk sarana yang digunakan agar tercapainya proses bongkar muat yang optimal. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang