DETAIL DOCUMENT
OPTIMALISASI PENERAPAN BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV FEDERAL OSAKA
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
FIRRIZQI, HERDI
Subject
Skripsi 
Datestamp
2023-04-13 07:16:37 
Abstract :
ABSTRAKSI Herdi Firrizqi, NIT. 551811236910.T, 2023 ?Optimalisasi Penerapan Ballast Water Treatment System di MV. Federal Osaka?, Program diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Sekarang, Pembimbing 1: Tony Santiko, S.ST., M.Si., M.Mar.E. dan Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, S.S., M.Pd. Air ballast yang berfungsi sebagai pemberat dan penyeimbang yang dibawa oleh kapal dari suatu pelabuhan lalu dibuang ke pelabuhan yang lain berpotensi membawa mikroorganisme, virus, maupun bakteri yang dapat menyebabkan pencemaran dan ekosistem laut disekitar pelabuhan, oleh karena itu IMO memberlakukan aturan standar D-1 (ballast exchange) dan D-2 yaitu (ballast treatments). Di kapal MV. Federal Osaka telah menerapkan aturan tersebut dengan menggunakan Ballast Water Treatment System Alfa Laval guna mencegah terjadinya pencemaran laut akibat air ballast yang dibuang oleh kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat air ballast yang dibuang kapal serta upaya yang dilakukan guna mencegah terjadinya pencemaran laut oleh air ballast dengan menggunakan Ballast Water Treatment System Alfa Laval. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif dengan teknik analisa data menggunakan SHEL untuk memperoleh pembahasan dan hasil penelitian yang dilakukan. Penelitian menunjukkan bahwa air ballast kapal yang dibuang tanpa melalui proses perawatan dapat menyebabkan pencemaran ekosistem laut dikarenakan air ballast yang dibuang tanpa melalui proses pemurnian berpotensi membawa mikroorganisme, bakteri, dan virus. Upaya yang dilakukan guna mencegah terjadinya pencemaran dilaut akibat pembuangan air ballast adalah dengan menggunakan alat ballast water treatment system setiap saat proses ballasting dan deballasting guna meminimalisir resiko terjadinya pencemaran laut. Perwira di kapal yang bertanggung jawab pada manajemen pengolahan air ballast diharuskan meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan dalam pengoperasian dan perawatan terhadap alat ballast water treatment system serta sistem kerjanya. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang