DETAIL DOCUMENT
OPTIMALISASI PROSEDUR EMBARKASI DEBARKASI KM.KELIMUTU GUNA MENUNJANG KESELAMATAN PENUMPANG
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
ADINDA, DIRA AYU PRAMESTI
Subject
Prosiding 
Datestamp
2023-09-25 03:10:11 
Abstract :
Abstrak- Embarkasi dan debarkasi merupakan salah satu bentuk pelayanan yang perlu diutamakan bagi penumpang. KM. Kelimutu salah satu armada pelni yang melayani rute Jawa-Kalimantan sehingga banyak peminat untuk menggunakan saat mudik. Pada KM. Kelimutu adalah pelayanan embarkasi dan debarkasi penumpang kurang maksimal karena terjadi lonjakan penumpang saat menjelang libur Hari Raya akibatnya proses tidak berjalan dengan lancar, sehingga sering membahayakan keselamatan penumpang karena berdesak-desakan saat embarkasi dan debarkasi berlangsung. Skripsi ini membahas bagaimanakah penerapan prosedur embarkasi dan debarkasi terhadap keselamatan penumpang serta mengapakah prosedur embarkasi dan debarkasi harus diterapkan di KM. Kelimutu. Dengan tujuan untuk mengetahui penerapan prosedur serta pentingnya penerapan prosedur embarkasi dan debarkasi terhadap keselamatan penumpang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan studi penanganan kurangnya penerapan prosedur embarkasi dan debarkasi, teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara serta dokumentasi proses embarkasi dan debarkasi penumpang. Tempat dilaksanakannya penelitian berada di KM. Kelimutu. Penelitian dilakukan oleh penulis saat sedang melaksanakan praktek laut yang berlangsung selama 12 bulan di KM. Kelimutu. Peneliti melibatkan dua narasumber yaitu Mualim I dan Mualim III. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah dengan metode wawancara, metode observasi, dan dokumentasi. Prosedur embarkasi dan debarkasi di KM. Kelimutu tidak berjalan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan yaitu sesuai dengan prosedur penumpang untuk naik dan turun tangga kapal dengan jarak aman minimal dua anak tangga atau melalui garbarata namun yang terjadi di lapangan penumpang tidak melaksanakan proses embarkasi debarkasi dengan jarak minimal dua anak tangga atau melalui garbarata sehingga menyebabkan proses embarkasi tidak teratur selain itu penumpang juga tidak melaksanakan embarkasi debarkasi sesuai dengan kelasnya. Hal ini tentu berkaitan dengan tidak diterapkannya prosedur embarkasi dan debarkasi dengan pihak kapal dan perusahaan. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang