DETAIL DOCUMENT
ANALISIS TERJADINYA GAGAL PEMBAKARAN PADA KETEL UAP DI KM.NGGAPULU
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
MOCHAMAD, SYAEFUDIN
Subject
Skripsi 
Datestamp
2023-09-25 06:36:51 
Abstract :
ABSTRAK Mochamad Syaefudin, NIT: 561911217228 T, 2023 ?Analisis Terjadinya Gagal Pembakaran pada Ketel Uap di KM.Nggapulu?, Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H.Amad Narto ,MPd.,Mar.E. dan Pembimbing II: Andi Prasetiawan, S.ST., M.M Tersedianya uap panas adalah hal yang penting bagi kelancaran pengoperasian pesawat-pesawat yang membutuhkan uap panas, kegiatan operasional kapal dapat terhambat jika produksi uap panas tidak tercukupi karena terjadi masalah, disebabkan kurangnya perawatan atau sebab lain sehingga tidak lancarnya pembakaran pada ketel uap. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak menyalanya pembakaran pada ketel uap di Km.Nggapulu, Untuk mengetahui dampak dari tidak menyalanya pembakaran pada ketel uap di KM.Nggapulu, Untuk mengetahui upaya yang dilakukan apabila ketel uap di KM.Nggapulu terjadi gagal pembakaran. Metode penelitian yang digunakan pada skripsi ini adalah kualitatif. Sumber data yang diambil dari data primer dan sekunder. Observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan sehingga didapatkan teknik keabsahan data Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa penyebab tidak menyalanya pembakaran adalah pelakasanaan PMS yang tidak teratur, kotornya komponen-komponn Main burner (automizer, elektroda, solenoid valve), kondisi pipa gas buang buntu akibat jelaga, komposisi udara pada furnance terlalu banyak akibat kebuntuan pada pipa gas buang. Kualitas bahan bakar kurang baik, dan pelaksanaan pembersihan tidak teratur Dampak apabila ketel uap mengalami kegagalan pembakaran adalah kesulitan dalam mengoperasikan yagng pengoperasiannya membutuhkan uap panas, kebutuhan uap panas untuk akomodasi penumpang atau abk kapal tidak terpenuhi, dan apabila kapal menggunakan bahan bakar jenis MFO, maka bahan bakar MFO tidk dapat diturunkan viskositasnya, karena uap panas yang digunakan tidak tercukupi. Upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pengecekkan dan perawatan pada automizer, melakukan pengecekkan dan perawatan main burner (elektroda dan nozzle), membersihkan heater bahan bakar, mengganti solenoid valve, menurunkan viskositas bahan bakar, dan melakukan pembersihan pada saluran gas buang ketel uap. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang