DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KETERLAMBATAN PROSES EMBARKASI DAN DEBARKASI KM. BUKIT RAYA AKIBAT GAGAL SANDAR DI PULAU MIDAI
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
WIKU, YOGA ATHORIQ
Subject
Prosiding 
Datestamp
2023-10-02 06:24:55 
Abstract :
Embarkasi dan debarkasi di atas kapal penumpang merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Sehingga hal tersebut harus berjalan dengan memperhatikan faktor keamanan, keselamatan serta kenyamanan bagi penumpang. Gagal sandar mengakibatkan keterlambatan proses embarkasi dan debarksi. Pada penelitian ini penulis merumuskan masalah penelitian faktor apa saja penyebab KM Bukit Raya mengalami gagal sandar di Pulau Midai?, Bagaimana Standard Operational Procedure (SOP) serta cara mengoptimalkan proses embarkasi dan debarkasi? Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus instrumental, teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara serta dokumentasi mengenai cara mengoptimalkan proses embarkasi dan debarkasi pada saat kapal gagal sandar. Tempat dilaksanakannya penelitian berada di KM Bukit Raya. Penelitian dilakukan oleh penulis saat sedang melaksanakan praktek laut yang berlangsung selama 12 bulan di KM Bukit Raya. Peneliti melibatkan tiga narasumber yaitu Nakhoda, Mualim 1, dan Mualim 3. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah analisis diagram fishbone. Penulis menguji keabsahan data dengan menggunakan prinsip triangulasi yang mana mencocokan antara obeservasi, wawancara serta dokumentasi. Penyebab terjadinya KM Bukit Raya gagal sandar di Pulau Midai yaitu cuaca buruk dan kondisi pelabuhan yang tidak memadai. SOP embarkasi dan debarkasi kapal penumpang sudah tercantum pada surat keputusan direksi Nomor 06.29/2/SK/HKO.01/2016. Proses pengoptimalan embarkasi dan debarkasi pada saat kapal gagal sandar dilakukan dengan memaksimalkan kapal bantuan yang membantu proses tersebut. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa keterlambatan proses embarkasi dan debarkasi penumpang pada saat kapal gagal sandar di sebabkan oleh kondisi cuaca dan pelabuhan serta kurangnya kapal bantuan untuk membantu kegiatan tersebut. Adapun saran penulis adalah Melengkapi fasilitas pelabuhan demi keselamatan dan keamanan kapal yang akan sandar. Perusahaan membuat SOP kegiatan embarkasi dan debarkasi pada saat kapal gagal sandar agar dapat terlaksana dengan aman dan nyaman serta menambah kapal bantuan untuk melaksanakan proses embarkasi dan debarkasi 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang