DETAIL DOCUMENT
OPTIMALISASI PERAWATAN EMERGENCY SHUT DOWN SYSTEM (ESDS) DI KAPAL LNG TANGGUH TOWUTI
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
RYDHO, ARDY NUGRAHA
Subject
Skripsi 
Datestamp
2024-07-21 13:23:35 
Abstract :
ABSTRAKSI Rydho Ardy Nugraha, NIT 561911137209 N, 2024, ?Optimalisasi perawatan emergency shut down system (ESDS) di kapal LNG Tangguh Towuti?, Skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Anugrah Nur Prasetyo, M.Si, dan Pembimbing II: Sri Purwantini, SE, S.Pd, MM. Emergency Shut Down System (ESDS) merupakan metode untuk menghentikan proses operasi dan mengisolasi dai saluran atau arus masuk untuk mengurangi kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan dengan cepat. Kasus yang terjadi di kapal Tangguh Towuti adalah kegagalan bekerjanya ESDS pada saat pengetesan sebelum proses bongkar muat. Hal ini dapat menimbulkan keadaan darurat yang membahayakan keselamatan kapal dan kru kapal di kemudian hari jika ESDS tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti mengambil judul optimalisasi perawatan ESDS di kapal LNG Tangguh Towuti, dengan mengetahui cara meningkatkan kemampuan kru kapal dalam mengoptimalisasi perawatan ESDS, dan mengetahui optimalisasi pelaksanaan perlengkapan ESDS. Metode penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dan desain penelitian deskriptif. Sumber data penelitian yang diambil adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan riset lapangan serta studi Pustaka dan dokumentasi, sehingga didapatkan teknik keabsahan data triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah kegagalan bekerjanya ESDS terjadi karena kerusakan pada peralatan ESDS yaitu kerusakan pada ESDS valve yang menyebabkan tidak dapat bekerjanya ESDS secara optimal. Cara mengatasi kerusakan pada ESDS valve yaitu dengan melakukan perbaikan dari faktor SDM serta perbaikan permanen pada ESDS valve dengan cara menggantinya dengan yang baru. Perusahaan diharapkan peduli terhadap laporan yang diberikan oleh perwira di kapal mengenai kondisi peralatan yang ada di kapal sehingga dapat tersedianya suku cadang sesuai dengan kebutuhan kapal dengan tepat waktu. Perusahaan juga harus melaksanakan penyuluhan dan latihan tentang safety culture terhadap pekerjaan serta dedikasi terhadap perusahaan bagi setiap kru kapal yang akan bergabung di kapal. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang