DETAIL DOCUMENT
TERKENDALANYA BONGKAR MUAT BATUBARA KARENA PUTUSNYA WIRE GRAB MV GOLDEN CATHRINE
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
WIJANARKO, CAHYO KRISTIAWAN
Subject
Skripsi 
Datestamp
2024-07-21 14:51:51 
Abstract :
ABSTRAKSI Kristiawan, Wijanarko Cahyo 2024.? Terkendalanya Bongkar Muat Batubara Karena Putusnya Wire Grab MV Golden Cathrine?, Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Pembimbing II: Indonesia telah menjelma sebagai salah satu produsen dan eksportir terbesar batubara dunia, dengan Sumatera, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur sebagai wilayah utama penghasilnya. Perusahaan seperti PT Bukit Asam dan PT Mustika Indah Permai (MIP) aktif dalam pertambangan batubara di Palembang. Batubara mendukung pembangkit listrik dan menyumbang besar terhadap devisa negara, dengan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) mewajibkan sebagian produksi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Transportasi batubara menggunakan kapal curah, dengan PT Riandy Fiesta Samudera Agency sebagai agen pengiriman. Meskipun demikian, proses pemuatan dengan crane sering terhambat oleh putusnya wire grab. Penelitian skripsi akan memfokuskan pada permasalahan ini dengan menggunakan metode kualitatif. Data akan dikumpulkan melalui wawancara dengan narasumber di MV Golden Cathrine seperti Shipper On Board, Foreman, Chief Officer, dan Master MV Golden Cathrine. Observasi langsung akan dilakukan oleh peneliti sebagai agent on board, sedangkan data sekunder akan digunakan untuk melengkapi informasi. Insiden putusnya wire grab di MV Golden Cathrine pada 30 Juli 2022 menghentikan proses bongkar muat batubara, disebabkan oleh kondisi wire grab yang usang, faktor alam seperti korosi, dan keterlambatan pengiriman spare part baru. Penggantian wire grab lama dengan spare part baru dilakukan setelah diskusi stowage plan antara berbagai pihak terkait. Dampaknya termasuk penambahan biaya operasional bagi perusahaan bongkar muat dan agent, serta penundaan proses bongkar muat yang merugikan shipper dan buyer. Perawatan rutin dan kerjasama antarpihak terlibat menjadi kunci dalam mencegah dan menangani insiden serupa di masa depan. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang