DETAIL DOCUMENT
OPTIMALISASI SISTEM OLAH GERAK KAPAL SPB LAMPAN SAAT MELEWATI ALUR PELAYARAN SEMPIT SUNGAI BARITO
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
YANNU, RAHMA OLEYSYA
Subject
Skripsi 
Datestamp
2024-07-26 01:23:19 
Abstract :
ABSTRAK Oleysya , Yannu Rahma, 2024, NISR : 01236114004 N , ?Optimalisasi Sistem Olah Gerak Kapal SPB LAMPAN Saat Melewati Alur Pelayaran Sempit Sungai Barito?, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Pembimbing I : Dr.Iskandar, SH, MT, Pembimbing II : Aryanti Fitrianingsih,S.T.,M.T Pengangkutan batubara dari tambang sampai ke seluruh PLTU di Indonesia menggunakan Transportasi darat dan laut. Kebanyakan yang digunakan adalah transportasi laut yaitu tongkang yang ditarik kapal tunda, tongkang bermesin dan kapal general cargo. Ketika kapal menuju ke pelabuhan muat Kelanis, kapal berolah gerak melewati alur pelayaran sungai Barito yang merupakan alur pelayaran sempit. Dikarenakan memasuki alur pelayaran sempit maka kapal SPB LAMPAN dilengkapi Bow Thruster yang dapat membantu Navigator berolah gerak pada saat sandar dan tolak, mengemudikan kapal pada saat berada di tikungan tajam sungai dan sebagai antisipasi jika terjadi keadaan darurat pada saat kapal berlayar di alur pelayaran sungai Barito. Metode penelitian pada skripsi ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari data primer dan data sekunder, dianalisis dengan USG (Urgency, Seriusness, Growth) untuk menentukan masalah yang menjadi prioritas utama yang menjadi prioritas utama. Dalam hal ini, Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga didapatkan Teknik keabsahan data. Hasil penelitian ini menemukan beberapa faktor utama yang mengakibatkan tidak optimalnya system olah gerak kapal saat melewati alur pelayaran sempit Sungai Barito adalah perlunya pemahaman perwira terhadap karakteristik alur dan system olah gerak kapal , penggunaan alat navigasi radar, tidak ada rambu Sungai , dan tidak melakukan ballasting . Peneliti menyimpulkan Upaya -upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pengarahan atau familiarisasi dari nakhoda mengenai karakteristik alur , system olah gerak kapal , system alat navigasi radar , mengatur ballast saat masuk alur Sungai , menerapkan P2TL aturan 9 saat berolah gerak di alur pelayaran sempit Sungai Barito. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang