DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PENGELASAN LAMBUNG KAPAL SEBELAH KANAN DI MV. MERATUS LEMBATA
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
RUSDYANSA, NASARU
Subject
Skripsi 
Datestamp
2024-07-26 02:24:27 
Abstract :
ABSTRAKSI Nasaru, Rusdyansa. 2024. ?Analisis Pengelasan Lambung Kapal Sebelah Kanan di MV. Meratus Lembata?. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Dr. F. Pambudi Widiatmaka, S.T., M.T, Pembimbing II: Pritha Kurniasih, M.Sc. Kapal MV. Meratus Lembata mengalami tubrukan dengan jembatan saat kapal akan sandar di Pelabuhan Pantoloan, Palu. Tubrukan ini mengakibatkan keretakan pada bagian lambung kanan kapal sehingga diperlukan pengelasan untuk untuk menyambung atau menambal keretakan tersebut. Pada penelitian ini penulis merumuskan masalah penelitian meliputi apakah faktor yang mempengaruhi proses pengelasan lambung kapal sebelah kanan di MV. Meratus Lembata, apakah dampak yang terjadi saat proses pengelasan lambung kapal sebelah kanan di MV. Meratus Lembata, dan bagaimana upaya pengelasan lambung kapal sebelah kanan yang kurang baik di MV. Meratus Lembata. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data primer yang didapat melalui catatan hasil wawancara dengan masinis, lalu data sekunder diperoleh dari manual book, ship?s particular dan data mesin. Teknik pengumpulan data menggunakan gabungan wawancara, observasi, dan kepustakaan. Teknik Analisis data kualitatis menggunakan metode SHEL (Software-Hardware-Environment Liveware) Model. Penelitian ini dilaksanakan dan bertempat di MV. Meratus Lembata sebagai tempat peneliti melaksanakan praktik laut selama 12 bulan. Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Proses pengelasan lambung kapal sebelah kanan di MV. Meratus Lembata dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang tidak ideal, keterampilan tenaga kerja yang bervariabilitas, dan ketersediaan peralatan yang kurang memadai. Dampaknya termasuk kelemahan struktural, risiko keamanan, gangguan operasional kapal, dan potensi kenaikan biaya perawatan. Langkah-langkah perbaikan melibatkan peninjauan proses pengelasan, pelatihan tenaga kerja, pemeliharaan peralatan, penerapan standar ketat, dan pemantauan cermat terhadap proses pengelasan. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang