Abstract :
Abstrak - Kapal MV. Meratus Lembata mengalami
tubrukan dengan jembatan saat kapal akan sandar di
Pelabuhan Pantoloan, Palu. Tubrukan ini
mengakibatkan keretakan pada bagian lambung kanan
kapal sehingga diperlukan pengelasan untuk untuk
menyambung atau menambal keretakan tersebut. Pada
penelitian ini penulis merumuskan masalah penelitian
meliputi apakah faktor yang mempengaruhi proses
pengelasan lambung kapal sebelah kanan di MV. Meratus
Lembata, apakah dampak yang terjadi saat proses
pengelasan lambung kapal sebelah kanan di MV. Meratus
Lembata, dan bagaimana upaya pengelasan lambung
kapal sebelah kanan yang kurang baik di MV. Meratus
Lembata.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian
ini adalah metode kualitatif. Sumber data primer yang
didapat melalui catatan hasil wawancara dengan masinis,
lalu data sekunder diperoleh dari manual book, ship?s particular dan data mesin. Teknik pengumpulan data
menggunakan gabungan wawancara, observasi, dan kepustakaan. Teknik Analisis data kualitatis menggunakan metode SHEL (Software-HardwareEnvironment-Liveware) Model. Penelitian
ini dilaksanakan dan bertempat di MV. Meratus Lembata
sebagai tempat peneliti melaksanakan praktik laut
selama 12 bulan.
Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa
Proses pengelasan lambung kapal sebelah kanan di MV.
Meratus Lembata dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang tidak ideal, keterampilan tenaga kerja yang
bervariabilitas, dan ketersediaan peralatan yang kurang
memadai. Dampaknya termasuk kelemahan struktural,
risiko keamanan, gangguan operasional kapal, dan
potensi kenaikan biaya perawatan. Langkah-langkah
perbaikan melibatkan peninjauan proses pengelasan,
pelatihan tenaga kerja, pemeliharaan peralatan,
penerapan standar ketat, dan pemantauan cermat
terhadap proses pengelasan.