Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengananalisis kontribusi indirect reservation terhadap room occupancy di Four Points by Sheraton Bali Ungasan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu melalu observasi, studi pustaka dan wawancara. Teknik analisis data yang dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif dengan data sekunder berupa kontribusi reservasi dan room occupancy periode 2021-2023 (36 bulan). Teknik analisis yang digunakan dalam pengujian ialah dengan uji asumsi klasik, regresi liniear sederhana, uji hopotesis t dan uji koefisien determinasi dengan menggunakan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan uji hipotesis t dengan nilai signifikansi (Sig). 0.00 < 0.05, lalu nilai t hitung dari indirect reservation lebih besar daripada nilai t tabel yaitu sebesar 11.147 > 2.032 yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan dari kontribusi indirect reservation terhadap room occupancy di Four Points by Sheraton Bali Ungasan. Hasil analisis koefisien determinasi diperoleh bahwa nilai R2 sebesar 0.780 yang berarti bahwa indirect reservation berkontribusi sebesar 78% terhadap room occupancy, sementara 22% nya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat tiga media yang besumber dari indirect reservation, yaitu online travel agent, offline travel agent dan sistem distribusi global (GDS). Indirect reservation yang berkontribusi paling dominan pada periode 2021-2023 ialah offline travel agent dengan rata-rata kontribusi sebesar 40%. Hal yang mempengaruhi offline travel agent lebih dominan adanya kerja sama dengan berbagai offline travel agent dengan contract rate yang lebih murah, dapat melakukan reservasi untuk memesan kamar dengan jumlah besar dan fasilitas yang tersedia sesuai dengan kebutuhan tamu untuk menyelenggarakan MICE.