Abstract :
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis bagaimana pengembangan geowisata di Geosite Aik Berik dengan pendekatan teori Triple Bottom Line serta untuk mendesain model pengembangan pariwisata yang relevan dan sesuai dengan kaidah-kaidah dari teori triple bottom line. Penelitian ini menggunakan descriptive case study atau studi kasus deskriptif. Dengan pendekatan studi kasus deskriptif ini memungkinkan peneliti untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai fenomena yang terjadi di Geosite Aik Berik. Selain itu, pendekatan studi kasus ini diterapkan oleh peneliti agar hasil dari penelitian ini dapat menjadi perwakilan bagi geosite-geosite lainnya yang berada dalam kawasan Rinjani-Lombok Unesco Global Geopark. Teknik analisis data dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pengambilan data dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi dan diskusi kelompok terarah (FGD) dan menggunakan teknik analisis data dari Miles & Huberman 2014. Dimana data di koleksi lalau kemudian di kondensasi setelah itu data di display dan ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ialah Geosite Aik Berik masih belum optimal dalam pengembangan pariwisata jika dikaji dengan pendekatan teori triple bottom line baik dari perspektif sosial, perspektif lingkungan maupun perspektif ekonomi. Hasil Focus Group Discussion merekomendasikan model kolaborasi antar pemangku kepentingan atau stakeholder dalam bentuk pentahelix untuk memaksimalkan pengembangan pariwisata sesuai dengan kaidah dari triple bottom line. Untuk itu, maka direkomendasikan kepada Badan Pengelola Rinjani-Lombok Unesco Global Geopark agar menerapkan konsep pentahelix dalam pengembangan pariwisata di Geosite Aik Berik agar Geosite Aik Berik ini mampu memaksimalkan manfaat Ekonomi, Lingkungan dan Sosialnya.