Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Wulandari, Hasti
Herlambang, Fajar Surya
Ardika, I Nyoman
Subject
Bidang Teknik Sipil Lain Yang Belum Tercantum
Datestamp
2022-10-30 00:08:36
Abstract :
PERBANDINGAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH ANTARA
BETON DENGAN AIR PDAM DAN BETON DENGAN AIR SUNGAI DI
DESA PERERENAN
Hasti Wulandari ¹?, Fajar Surya Herlambang, ST., MT²? dan I Wayan Ardika,
ST., MT³?
Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali, Jalan Kampus
Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali 80364
Email: ulaandaari17@gmail.com
Abstract
The concrete is a composite of soft aggregates and rough aggregates and is then tied with a paste
of cement that reacts with water, with or without any additives. Concrete has a high pressure
compared with its tensile strength. Tensile strength is a weakness in concrete, so it is necessary to
add reinforcing steel to carry the tensile load on the structure. Generally, concrete will reach design
strength at 28 days. The purpose of this study is to understand how the use of river water affect the
strong push and pull of concrete, and to find out whether the river water can be used as a structural
concrete mixture. To achieve clear and directional research objectives, the writer formulates the
problem of strong comparison pressure and strong attraction generated between concrete with
PDAM water and concrete with river water, also the use of river water as a mixture of structural
concrete. Based on results and subject obtained after testing, the resulting strong value presses
concrete with river water is as big f?c 23,38 Mpa. The value is greater than the strong press concrete
with the PDAM water is f?c 23,27 Mpa. And the strong attraction generated by concrete with river
water is f?sp 2,35 Mpa, which is also greater than the strong raking force with PDAM water which
is that f?sp 2,11 Mpa. So, it could be concluded that river water taken in Pererenan Village can be
used as a mixture of structural concrete.
Keyword: Concrete, Strong compression, Strong attraction, Concrete with river water
Abstrak
Beton merupakan bahan komposit yang terdiri dari agregat halus dan agregat kasar kemudian diikat
dengan pasta yang terdiri dari semen yang bereaksi dengan air, dengan atau tanpa bahan tambahan.
Beton memiliki kekuatan tekan yang tinggi jika dibandingkan dengan kekuatan tariknya. Kuat tarik
merupakan kelemahan pada beton, sehingga perlu ditambahkan besi tulangan untuk menahan beban
tarik pada struktur. Umumnya, beton akan mencapai kekuatan rencana pada umur 28 hari. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air sungai terhadap kuat tekan dan kuat tarik
belah pada beton, serta untuk mengetahui apakah air sungai tersebut dapat digunakan sebagai
campuran beton struktural. Untuk mencapai tujuan penelitian yang jelas dan terarah, penulis
merumuskan permasalahan mengenai perbandingan kuat tekan dan kuat tarik belah yang dihasilkan
antara beton dengan air PDAM dan beton dengan air sungai, juga mengenai penggunaan air sungai
sebagai campuran beton struktural. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang didapatkan setelah
melakukan pengujian, dihasilkan nilai kuat tekan beton dengan air sungai adalah sebesar f?c 23,38
Mpa. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan kuat tekan beton dengan air PDAM yaitu f?c 23,27
Mpa. Dan nilai kuat tarik belah yang dihasilkan beton dengan air sungai adalah sebesar f?sp 2,35
Mpa, yang mana nilai tersebut juga lebih besar dibandingkan nilai kuat tarik belah beton dengan air
PDAM yaitu f?sp 2,11 Mpa. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa air sungai yang diambil di Desa
Pererenan dapat digunakan sebagai campuran beton struktural.
Kata Kunci: Beton, Kuat tekan, Kuat tarik belah, Beton dengan air sungai.