Abstract :
UMKM telah mengalami pertumbuhan signifikan dan memberikan kontribusi besar
terhadap perekonomian Indonesia, khususnya di Denpasar. Namun, UMKM masih menghadapi
tantangan besar dalam pengelolaan keuangan dan akses layanan keuangan. Akibatnya, banyak
UMKM kesulitan mengoptimalkan pengembangan usaha, terutama dalam memperoleh modal,
melakukan perencanaan keuangan jangka panjang, dan memanfaatkan teknologi keuangan
untuk meningkatkan efisiensi operasional. Penelitian sebelumnya mengenai topik ini telah
menghasilkan hasil yang bervariasi, sehingga diperlukan eksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini
berfokus pada sektor kuliner di Denpasar, segmen UMKM terbesar di kota tersebut, untuk
menganalisis bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi (SIA) dan inklusi keuangan
berdampak pada kinerja UMKM, baik secara individu maupun bersama-sama.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal untuk menguji
hubungan antar variabel kunci. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan
kepada responden terpilih. Berdasarkan data tahun 2023, populasi penelitian terdiri dari 10.814
UMKM kuliner di Denpasar. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling, fokus
pada UMKM kuliner yang telah menerapkan SIA dalam operasionalnya. Untuk memastikan
ukuran sampel representatif, digunakan rumus Slovin yang menghasilkan 99 unit bisnis terpilih.
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM
SPSS Statistics 29 untuk memastikan akurasi statistik dan efisiensi pemrosesan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIA dan inklusi keuangan, baik secara
terpisah maupun digabungkan, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
UMKM di Denpasar. Penelitian ini menyoroti peran penting SIA dan inklusi keuangan dalam
mendorong kinerja UMKM, khususnya di sektor kuliner. Temuan ini menunjukkan bahwa
UMKM yang mengintegrasikan SIA secara efektif dan mengamankan akses yang lebih baik ke
layanan keuangan cenderung mengalami peningkatan efisiensi operasional, profitabilitas, dan
daya saing. Wawasan dari penelitian ini juga sangat berharga bagi pembuat kebijakan dan
lembaga keuangan dalam mengembangkan program untuk mendukung pertumbuhan UMKM,
khususnya dalam teknologi informasi dan inklusi keuangan. Temuan ini berkontribusi pada
pemahaman akademis sekaligus memberikan implikasi praktis untuk meningkatkan
keberlanjutan dan kesuksesan UMKM dalam ekonomi yang lebih luas.
Kata kunci: Inklusi Keuangan, Kinerja UMKM, Sistem Informasi Akuntansi.