Abstract :
Bali terkenal dengan City Branding "The Island of Gods" sebagai identitas yang sangat erat terkait dengan kehidupan spiritual, keagamaan, dan kebudayaan yang kental di kalangan masyarakat Bali. Dari Bulan ke bulan kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan, sehingga kebutuhan akan akomodasi seperti penginapan atau hotel juga meningkat. Salah satu hotel yang akan dibangun adalah Sumitra hotel Sanur, Denpasar. Hotel ini terletak di Jl. Tirta Empul, Desa Intaran, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan pantai Mertasari Sanur, sehingga investasi pada pembanguna Sumitra hotel Sanur ini sangat menjanjikan. Investasi seperti hotel merupakan keputusan yang beresiko, maka dari itu diperlukan analisi investasi kelayakan sebelum melakukan investasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan investasi pada pembangunan Sumitra hotel Sanur, yang ditinjau dari aspek finansial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Net Present Value (NPV), metode Internal Rate of Return (IRR), metode Benefit Cost Ratio (BCR), metode Payback Period (PBP) dan analisis sensitivitas.
Dari perhitungan yang telah dilakukan, analisis investasi pada pembangunan Sumitra hotel Sanur layak dari aspek finansial. Dari perhitungan yang telah dilakukan di dapat nilai NPV = 105.203.784.132, BCR=1,081, IRR=8,824, PBP didapatan pada tahun ke-19, dan hasil analisis sensitivitas, investasi pada pembangunan Sumitra hotel Sanur Denpasar, yaitu investasi ini akan menjadi tidak layak saat biaya naik lebih dari 7,137% dengan manfaat tetap, manfaat turun lebih dari 5,797% dengan biaya tetap, dan Biaya naik disertai manfaat turun lebih besar dari 5,74%.