Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Pura, I Nyoman Oki Permana
Subject
Bidang Teknik Sipil Lain Yang Belum Tercantum
Datestamp
2024-09-01 13:32:32
Abstract :
Analisis struktur merupakan salah satu tahap perencanaan gedung yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan pembangunan gedung. Analisis struktur pada SAP 2000 plat lantai dianggap sebagai elemen struktur sama seperti balok dan kolom, beban yang bekerja pada plat dimasukan sebagai beban yang merata. Sehingga beban merata akan langsung disalurkan hanya pada tepi-tepi elemen plat saja. Meshing plat dilakukan agar beban merata plat juga tersalurkan ke balok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selisih biaya kontruksi akibat perbedaan pemodelan plat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif analitik. analisis dilakukan pada pemodelan plat lantai tanpa Mesh, Mesh 100cm, Mesh 50cm, Mesh 25cm dan Mesh 10cm yang telah dibeban sesuai dengan aturan, untuk mengatahui dimensi elemen struktur yang aman.
Berdasarkan analisis terjadi pembesar dimensi balok pada metode pemodelan dengan Mesh, yaitu Balok B1 dan B4 untuk Mesh 100cm dan Balok B1, B3, dan B4 untuk Mesh 50cm, 25cm dan 10cm. Biaya kontruksi pada pemodelan plat tanpa Mesh sebesar Rp2.940.502.000, pemodelan plat dengan Mesh 100cm sebesar Rp3.102.855.000, pemodelan plat dengan Mesh 50cm sebesar Rp3.202.698.000, pemodelan plat dengan Mesh 25cm sebesar Rp3.205.329.000, pemodelan plat dengan Mesh 10cm sebesar Rp3.275.332.000. Selisih biaya kontruksi pemodelan tanpa mesh terhadap masing-masing metode pemodelan dengan Mesh yaitu Rp162.353.000 atau 5,52% terhadap Mesh 100cm, Rp262.196.000 atau 8,92% terhadap Mesh 50cm, sebesar Rp264.827.000 atau 9,01% terhadap Mesh 25 cm dan Rp334.830.000 atau 11,39% terhadap Mesh 10cm.