DETAIL DOCUMENT
Rancang Bangun Cetakan Injection Molding sebagai Upaya Daur Ulang Aluminium
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Renaldy, Amadeus
Subject
Ilmu Teknik 
Datestamp
2024-09-02 02:24:46 
Abstract :
Penggunaan aluminium sebagai bahan dasar terus meningkat karena aluminium sangat umum dan mudah ditemukan di mana-mana, seperti dalam kaleng minuman, bagian mobil, pesawat, kereta api, dan perabot rumah tangga. Sampah aluminium adalah sampah yang padat dan sulit diurai oleh lingkungan. Logam aluminium membutuhkan waktu 80 hingga 100 tahun untuk terurai, jadi penumpukan aluminium bekas yang tidak diolah dapat mengotori Lingkungan. Dalam proyek akhir ini penulis memilih ?Rancang Bangun Cetakan Injection Molding sebagai Upaya Daur Ulang Aluminium?. Penulis ingin membuat rancang bangun ini karena pada saat ini penggunaan bahan daur ulang aluminium sebagai produk cetakan injection molding masih jarang ditemukan. Dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis sampah aluminium terhadap nilai kekerasan produk hasil cor. Pengujian kekerasan Brinell dilakukan untuk mengukur kekerasan bahan hasil peleburan aluminium bekas menggunakan cetakan pasir. Salah satu sifat mekanik suatu material adalah kekerasan, yang harus diketahui. Ini terutama berlaku untuk material yang akan mengalami kekuatan pergeseran saat digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekerasan rata-rata material adalah sebesar 69,31 HB±3,02. Bahwa nilai kekerasan aluminium daur ulang lebih rendah daripada aluminium di awal pemakaian. Hal ini disebabkan oleh kombinasi dari perubahan mikrostruktur akibat pemanasan berulang, adanya zat aditif dan pengotor, serta efek dari perlakuan panas dan pendinginan terbuka.Pengujian metalografi dilakukan untuk mengevaluasi struktur mikro material hasil peleburan aluminium bekas menggunakan cetakan pasir. Dalam pengujian ini, larutan etsa yang digunakan terdiri dari 100 ml air dan 20 g natrium hidroksida. Hasil gambar metalografi pada bahan daur ulang aluminium menunjukkan adanya unsur silikon (Si) yang berdiri sendiri serta paduan tembaga aluminium (CuAl?). Berdasarkan referensi, kaleng minuman terbuat dari paduan alumunium 3104-H19, dengan unsur paduan Si sebesar 0,61%, Fe 0,8%, dan Cu dalam rentang 0,05%-0,25%. Gambar struktur mikro ini sesuai dengan referensi yang diacu. 
Institution Info

Politeknik Negeri Bali