Abstract :
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil biji kakao terbesar di dunia. Namun proses pengeringan biji cokelat dengan menggunakan sinar matahari mempunyai beberapa kendala, diantaranya sangat bergantung pada cuaca yang sesuai dan lamanya waktu pengeringan untuk mencapai standar pengeringan yang sesuai. Penelitian ini mengembangkan mesin pengering biji cokelat berbasis karakteristik Internet of Thing yang dapat dipantau melalui smartphone. Alat ini menggunakan sistem otomatis yang terdiri dari sensor pemanas, suhu, dan kelembapan yang membantu mengefektifkan proses pengeringan. Hasil pendukung yang diperoleh dari pengujian tersebut adalah sistem pengeringan dapat beroperasi mengikuti tiga program yang tersedia secara akurat, efektivitas sensor terhadap suhu dan kelembapan masing-masing rata-rata sebesar 0,018% dan 0,024%, serta alat dapat memperpendek lama pengeringan. waktu pengeringan benih kakao secara signifikan rata-rata masing-masing 3 jam dan 38 menit.