Abstract :
Perencanaan manajemen material meliputi kebutuhan material, mutu material, biaya material, dan kualitas material dilapangan sehingga dengan pemilihan dan perencanaan yang baik akan mencapai sasaran dan tujuan akhir proyek dengan sumber daya yang efisien serta hasil yang optimal tepat biaya mutu, dan waktu. Penerapan manajemen yang kurang tepat berdampak pada keterlambatan waktu penyelesaian pekerjaan, pembengkakan biaya dan ketidaksesuaian mutu kontruksi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan kebutuhan material, pengadaan material, penyimpanan material, dan sistem control material pada proyek dengan meneliti kasus pembangunan gedung dan sarana prasarana kantor Imigrasi kelas II TPI Singaraja. Perencanaan manajemen material dimulai dari pemilihan material sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB, Menghitung kebutuhan material, Penjadwalan Kebutuhan Material, Jadwal pengadaan material, dan sistem kontrol material. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, hasil analisis menghasilkan deviasi biaya yang terjadi antara perencanaan kebutuhan material dengan realisasi kebutuhan material di lapangan mengalami penyusutan biya sebesar Rp. 877.171.914,- dimana pada perencanaan kebutuhan materiala awal sebesar Rp. 12.415.468.294,- dan pada realisasi kebutuhan material di lapangan sebesar Rp. 11.538.296.381,-.
Kata kunci : Kebutuhan material, Penjadwalan material, Pengadaan material, Biaya material, dan Sistem kontrol material.