Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Adnyana, Made Yogi Dwi
Herlambang, Fajar Surya
Ardika, I Nyoman
Subject
Bidang Teknik Sipil Lain Yang Belum Tercantum
Datestamp
2022-10-29 15:31:13
Abstract :
Lapis aspal beton merupakan salah satu jenis dari lapis perkerasan konstruksi perkerasan lentur. Sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan agegat baru (fresh aggregate), penulis memanfaatkan limbah batu tabas sebagai pengganti agregat normal pada campuran aspal beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk Untuk mengetahui sampel mana yang akan mengahasilkan stabilitas lebih tinggi antara campuran aspal beton dengan agregat batu tabas dibandingkan dengan campuran aspal beton dengan agregat normal. Dari penelitian di laboratorium Material Jurusan Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) beton aspal dengan batu tabas sebesar 6,5% dengan nilai parameter Marshal yang diantaranya Void In the Mix (VIM) 12,339%, Void Mineral Aggregates (VMA) 19,987%, Void Filled with Asphalt (VFA) 38,269%, Stabilitas 1856,464 kg, Flow 2,090, dan MQ 949,946 kg/mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan batu tabas sebagai pengganti seluruh agregat pada campuran aspal beton tidak dapat digunakan, karena terdapat 2 parameter pengujian marshall yang tidak memenuhi persyaratan yaitu VIM dan VFA.