Abstract :
Dalam proyek konstruksi hal terpenting dalam sebuah bangunan adalah pondasi. Pemilihan jenis pondasi yang sesuai akan memperlancar proses pembangunan, sehingga perlu perencanaan yang baik agar mendapatkan hasil secara efesien yang sesuai dengan kondisi dilapangan meliputi pengendalian waktu,
biaya dan metode pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai efisiensi biaya dari kedua jenis pondasi pada proyek Pembangunan Gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 7 Mengwi berdasarkan berbagai faktor seperti kondisi tanah, beban struktur, serta metode pelaksanaan
konstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Komparatif dengan menganalisis data proyek yang telah menggunakan pondasi dalam. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder menggunakan
instrument Microsoft Excel, autocad 2018 dan kalkulator ilmiah. Berdasarkan analisa biaya, pondasi tiang pancang memerlukan anggaran biaya sebesar Rp300,786.048. Sedangkan pondasi bore-pile memerlukan anggaran biaya sebesar Rp275,489,856.00. Selisih harga pada pekerjaan pemancangan tiang pancang sebesar Rp25,299,192.00 (9,17%). Berdasarkan hasil analisa waktu, diketahui bahwa pondasi tiang pancang memerlukan waktu 7,5 hari, sedangkan
pondasi bore-pile 16,5 hari. Berdasarkan hasil analisa biaya dan waktu, pondasi yang paling tepat dan dapat digunakan dalam pekerjaan pada Pembangunan Pondasi Gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 7 Mengwi adalah pondasi Borepile, karena yang paling cocok pada aspek lingkungan dilapangan yang
kawasan padat penduduk, biaya yang lebih efesien dibandingkan pondasi tiang pancang walaupun dari segi waktu pengerjaan pondasi tiang pancang lebih cepat.