Abstract :
Penelitian ini membahas analisis perbandingan efisiensi antara metode basah (wash boring) dan metode kering (dry drilling) dalam pekerjaan pondasi, ditinjau dari segi biaya dan waktu pelaksanaan. Studi ini dilakukan pada proyek pembangunan pondasi di Gedung SMPN 7 Mengwi. Metode basah melibatkan penggunaan air untuk mencuci dan mengangkat tanah, sementara metode kering tidak memerlukan air, sehingga lebih cocok untuk kondisi tanah dengan kandungan air rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kedalaman pondasi 10 meter, metode basah memerlukan biaya total sebesar Rp. 211.556.880, dengan waktu pelaksanaan pengeboran selama 3 jam. Sedangkan metode kering memerlukan biaya total sebesar Rp. 238.556.880, dengan waktu pelaksanaan pengeboran selama 4 jam. Dari hasil analisis, metode basah terbukti lebih efisien dalam hal biaya, meskipun memerlukan waktu yang sedikit lebih singkat dibandingkan dengan metode kering. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi para insinyur dan kontraktor dalam memilih metode pondasi yang tepat berdasarkan efisiensi biaya dan waktu, serta kondisi tanah di lapangan