DETAIL DOCUMENT
Analisis dan Solusi Penghematan Energi dan Biaya Operasional, Perawatan, dan Bangunan Hotel
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Haryanta, Gatot
Subject
Ilmu Teknik 
Datestamp
2024-09-11 01:58:10 
Abstract :
Dalam konteks persaingan bisnis yang ketat, pemilik dan pengelola bangunan perhotelan harus mencari peluang untuk menghemat biaya dan meningkatkan kinerja bangunan. Hal ini melibatkan pengendalian biaya operasional, perawatan, dan perbaikan serta biaya energi pada bangunan hotel tersebut, serta proyek rehabilitasi, renovasi atau restorasi. Penelitian terdahulu telah menyoroti pentingnya pengelolaan biaya operasional, pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung dalam bisnis perhotelan. Beberapa penelitian juga telah menekankan pentingnya manajemen energi yang efektif, perawatan rutin yang komprehensif, serta pemilihan peralatan dengan konsumsi energi rendah. Namun, masih diperlukan analisis lebih lanjut tentang permasalahan yaitu; mengenai rincian biaya, strategi penghematan, dan penerapan solusi inovatif untuk mendukung keberlanjutan dan efisiensi dalam operasional bangunan hotel, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya operasional, pemeliharaan, perawatan, dan energi, serta proyek peremajaan dan penambahan untuk mendukung bisnis perhotelan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif, serta menggunakan metode deskriptif. Dengan kesimpulan untuk prosentasi biaya dibanding dengan pendapatan adalah 16,46% untuk hotel, 27,27% untuk residence dan 14,78% untuk ballroom dan komposisi prosentasi untuk biaya operasional, perawatan dan energi, hotel (operasional tenaga kerja 12,69%, perawatan dan perbaikan 16,58%, energi 70,73%), residence (operasional tenaga kerja 20,07%, perawatan dan perbaikan 14,93%, energi 64,99%) dan ballroom (operasional tenaga kerja 10,01%, perawatan dan perbaikan 21,33% dan energi 68,67%). Hasil untuk penghitungan intensitas konsumsi energi (IKE) adalah untuk hotel 245 kWh/m²/tahun, residence 122 kWh/m²/tahun, dan ballroom 464 kWh/m²/tahun. Mengingat biaya energi cukup tinggi sehingga perlu dibentuk dan diberdayakan segera untuk tim manajemen energi dan juga perlunya konsentrasi dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengontrolan program perawatan dan perbaikan baik dengan aplikasi perangkat lunak atau secara manual. 
Institution Info

Politeknik Negeri Bali