Abstract :
Pada pelaksanaan pembangunan proyek masih sering terjadi keterlambatan yang menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan proyek. Adapun faktor yang menyebabkan kegagalan proyek diantaranya perbedaan lokasi, perubahan desain, kesalahan perencanaan, dan kurang terpenuhinya kebutuhan tenaga, material, alat. Maka dari itu, pada penelitian ini melakukan analisis percepatan durasi dan pengaruhnya terhadap biaya menggunakan Precedence Diagram Method (PDM) pada Proyek Pembangunan Apartment & Villa Banana. Berdasarkan hasil data progres lapangan, proyek ini mengalami keterlambatan dengan deviasi sebesar -4,77%. Dengan kondisi seperti itu, untuk mengatasi keterlambatan yang berkelanjutan penulis melakukan percepatan dengan alternatif menambahkan jam lembur dan jumlah tenaga kerja. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya percepatan penambahan jam lembur dan jumlah tenaga kerja memberikan percepatan waktu proyek 21 hari dari durasi normal 413 hari. Maka, durasi penyelesaian proyek menjadi 392 hari. Dengan adanya percepatan durasi menyebabkan adanya perbedaan biaya proyek Rp. 93.651.843,59. Dimana biaya sebelum dilakukan percepatan Rp. 7.616.541.949,73 dan biaya sesudah dilakukan percepatan Rp. 7.710.193.793,32. Dari hasil penelitian ini, penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya perlu memperhatikan aspek mutu agar tetap menjaga kualitas atau hasil akhir pekerjaan dan tidak hanya berfokus pada percepatan durasi.