Abstract :
Teknologi Tepat Guna (TTG) semakin berkembang seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya peningkatan dan kualitas produk. Pembuatan suatu mesin yang berteknologi tepat guna pastinya melewati proses
rancang bangun, dengan rancangan yang tepat. Petani saat melakukan pengolahan hasil pertanian masih banyak yang menggunakan cara yang dilakukan secara manual dan
sederhana. Contohnya masih banyak masyarakat yang mengolah hasil panen secara sederhana seperti, menjadikan beras menjadi tepung, biji kopi menjadi kopi, mengolah
bahan jamu menjadi halus. Ada juga pengolahan buah salak menjadi bahan makanan dari daging buahnya, sedangkan kulit dan biji nya masih menjadi limbah. Limbah biji salak
yang dianggap tidak berguna ternyata memiliki manfaat kesehatan, dengan kandungan serat yang tinggi dan dapat mengobati penyakit diare.
Proses penelitian ini bertujan untuk merancang suatu mesin yang mampu melakukan penggilingan dengan waktu yang lebih efisien dan hasil serbuk yang lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian Redesain didasari atas atas surve kelapangan yang dilakukan penulis tentang pengolahan biji salak yang digunakan untuk
serbuk minuman, yang berasal dari petani salak di Kabupaten Karangasem.
Hasil penelitian menunjukkan penulis melakukan redesain mesin penggiling berasmenjadi mesin penggilinh biji salak untuk menhhasilkan serbuk minuman, yang menggunakan mesin motor bakar sebagai alat alternatif bagi masyarakat yang akan memproduksi kopi salak ini. Selain itu, hasil pengujian menunjukkan mesin dapat berfungsi dengan baik dan dapat memproduksi serbuk minuman salak dengan mesh 72
dengan mengasilkan 20kg serbuk biji salak selama 1 jam penggilingan.