Abstract :
Karena Indonesia terletak di garis khatulistiwa yang menerima sinar matahari dengan intensitas tinggi, maka Indonesia mempunyai potensi energi surya yang cukup besar. 25?30°C dianggap sebagai kisaran suhu ideal untuk pengoperasian panel surya. Sejumlah variabel, termasuk kecepatan angin, suhu udara sekitar, dan radiasi matahari, mempengaruhi seberapa baik panel surya beroperasi. Pada penelitian ini alat pengering bawang dilengkapi dengan panel surya polikristalin 160W. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan Sel Peltier TEC (Thermoelectric Cooler) sebagai mekanisme pendinginan untuk mendongkrak daya keluaran panel surya. Selama dua jam pengujian, intensitas cahaya diukur setiap lima menit dengan environment meter, tegangan dan arus diukur menggunakan multitester atau wattmeter, dan data suhu dicatat dengan termokopel. Tegangan rata-rata, arus, daya keluaran (watt), dan efisiensi (%) panel surya merupakan beberapa variabel yang diteliti.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan sistem pendingin TEC Peltier pada panel surya berkapasitas 160 WP memberikan peningkatan signifikan dalam kinerja dan efisiensi. Dengan 5, 7, dan 9 unit TEC Peltier, daya keluaran yang dihasilkan berturut-turut sebesar 72,03 watt, 92,27 watt, dan 98,07 watt. Penambahan jumlah unit TEC Peltier meningkatkan tegangan dan arus rata-rata, yang berdampak pada peningkatan daya keluaran dan efisiensi panel surya. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan pendingin pada panel surya dapat menurunkan suhu permukaan, sehingga meningkatkan efisiensi dan kestabilan daya keluaran. Untuk aplikasi praktis yang memerlukan kinerja optimal, disarankan menggunakan 9 unit TEC Peltier.