Abstract :
Penghindaran pajak kerap kali dilakukan oleh wajib pajak baik perseorangan maupun badan dengan tujuan memperkecil beban pajak yang harus dibayar. Penghindaran pajak merupakan hal yang menguntungkan bagi perusahaan, tetapi tidak untuk pemerintah. Karena dalam perusahaan, pajak merupakan salah satu beban perusahaan yang harus ditanggung dengan biaya yang cukup besar. Namun dari sisi pemerintah, pajak menjadi hal yang sangat penting dalam keuangan negara. Dengan adanya perbedaan tersebut, banyak perusahaan yang sengaja menghindari pembayaran pajak, baik melalui tindakan ilegal maupun tindakan yang legal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dewan komisaris independen, komite audit dan sales growth terhadap tax avoidance pada Perusahaan sektor Kesehatan yang terdaftar di BEI tahun 2020-2023. Penelitian ini diklasifikasikan sebagai penelitian kuantitatif asosiatif kasual dengan menggunakan data sekunder sebagai data analisis. Populasi pada penelitian ini adalah semua Perusahaan sektor Kesehatan yang terdaftar di BEI tahun 2020-2023. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling menghasilkan total sampel 48. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan menggunakan data sekunder berwujud laporan tahunan Perusahaan yang diperoleh dari www.idx.co.id . Teknik analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi linier bergandan berdasarkan uji statistiK deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis menggunakan SPSS 25.0. Berdasarkan hasil analisis linier berganda, diperoleh hasil bahwa dewan komisaris independent berpengaruh negatif sedangkan komite audit dan sales growth berpengaruh positif terhadap tax avoidance. Namun, secara simultan dewan komisaris independent, komite audit, dan sales growth tidak berpengaruh simultan terhadap tax avoidance.