Abstract :
Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, seringkali menghadapi berbagai masalah, salah satunya adalah perubahan. Perubahan ini bisa muncul pada beragam tahapan proyek, baik di awal, tengah, ataupun akhir, dan dapat datang dari permintaan pemilik, konsultan, atau kontraktor. Perubahan tersebut bisa mencakup penambahan atau pengurangan volume pekerjaan, jenis pekerjaan, atau bahkan modifikasi spesifikasi teknis yang disesuai dengan keperluan di lapangan. Istilah yang digunakan untuk perubahan ini adalah pekerjaan tambah kurang atau change orde. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui item pekerjaan serta besar pengaruh yang terjadi akibat adanya pekerjaan tambang kurang. Dalam rancangan studi penelitian ini metode yang dipergunakan ialah deskriptif kuantitatif dikarenakan analisa yang dikaji ini berbentuk analisis biaya serta waktu terhadap pekerjaan tambah kurang (Change Order). Dalam skripsi ini peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh terjadinya pekerjaan tambah kurang serta dampak yang muncul akibat terjadinya pekerjaan tambah kurang. Dari pengolahan data disimpulkan bahwa terdapat penambahan serta pengurangan volume di setiap item pekerjaan, serta pengaruh biaya yang diakibatkan yaitu Rp. 377.327.278,50 atau 1,15 % dari nilai kontrak pembangunan dan tidak terjadi penambahan waktu pelaksaan dari kontrak awal.