Abstract :
Pada dasarnya perusahaan multinasional tidak terlepas dari kebijakan transfer
pricing untuk menentukan harga transfer atas suatu transaksi dengan perusahaan
afiliasi. Transfer pricing merupakan hal yang wajar dalam dunia industri, namun
seiring waktu banyak disalahgunakan oleh perusahaan untuk melakukan
manipulasi pajak. Beberapa aspek seperti pajak, tunneling incentive, mekanisme
bonus, profitabilitas, dan solvabilitas diduga menjadi pertimbangan yang
melatarbelakangi perusahaan melakukan praktik transfer pricing. Namun, melihat
masih adanya inkonsistensi hasil penelitian maka perlu dilakukan pengujian
kembali terhadap aspek-aspek yang diprediksi menjadi pertimbangan perusahaan
dalam melakukan praktik transfer pricing. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pajak, tunneling incentive, mekanisme bonus, profitabilitas,
dan solvabilitas terhadap transfer pricing pada perusahaan multinasional bidang
manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun
2019-2022.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Data yang digunakan
dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan
keuangan tahunan perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang tersaji
pada situs resmi Bursa Efek Indonesia atau web page perusahaan pada tahun 2019
hingga tahun 2022 serta artikel jurnal dan sumber terpercaya lainnya sebagai
telaah literatur yang memengaruhi konseptual penelitian. Pemilihan sampel
dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 52.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi
linier berganda dengan menggunakan software Statistical Package for Social
Science (SPSS) versi 26.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada perusahaan multinasional
bidang manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
tahun 2019-2022 secara parsial pajak, tunneling incentive, mekanisme bonus dan
profitabilitas berpengaruh tidak signifikan terhadap transfer pricing, sementara
solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap transfer pricing. Namun, secara
simultan pajak, tunneling incentive, mekanisme bonus, profitabilitas, dan
solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap transfer pricing.