Abstract :
Industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan keuntungan bagi perekonomian suatu negara.Bali adalah salah satu daerah dengan potensi pariwisata yang besar. Villa dengan akomodasi yang nyaman dan memadai bagi para wisatawan merupakan salah satu upaya untuk dapat mengembangkan industri pariwisata. Villa tidak hanya dapat menjadi tempat menginap bagi wisatawan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai tempat untuk merayakan pernikahan, acara perusahaan, dan acara lainnya. Analisis investasi pada pembangunan villa memiliki beberapa aspek yang harus dilakukan, salah satunya ialah analisis aspek finansial menggunakan Metode Net Present Value (NPV), Metode Annual Equivalent (AE), Metode Benefit Cost Ratio (BCR), Metode Internal Rate of Return (IRR), Metode Break Even Point (BEP) ,dan Tingkat sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan hasil perhitungan Net Present Value (NPV) diperoleh nilai positif sebesar Rp. 3.189.469.901,54 (NPV > 0), pada tingkat suku bunga 6 % per tahun, Annual Equivalent (AE) didapat sebesar Rp. 249.416.546,30 (AE>0) dikatakan menguntungkan/ layak, metode BCR didapatkan hsil 1.45 > 1, karena hasil lebih dari satu maka investasi ini dikatakan layak, Internal Rate of Return (IRR) diperoleh lebih besar dari MARR 6 % yaitu 14,23 % (IRR > MARR), Break Even Point (BEP) diperoleh pada tahun ke 11, Hasil dari analisis sensitivitas pada beberapa skema perubahan parameter yang dilakukan biaya naik 10%, 15%, 20% biaya manfaat turun 10%, 15%20% dengan hasil nilain NVP dari perhitungan sensitivitas semunya > 0. Dari hasil perhitungan analisis finansial yang telah dilakukan dapat dikatakan investasi Pembangunan villa ini layak untuk dilaksanakan.