Abstract :
Perbedaan dasar pembukuan secara akuntansi dan regulasi pajak ini
menyebabkan terdapat perbedaan antara laba komersial dan laba fiskal, perbedaan
laba ini dikenal dengan istilah book tax differences. Book tax differences terjadi
karena terdapat perbedaan pengakuan penghasilan dan biaya antara Standar
Akuntansi Keuangan dan Ketentuan Peraturan Undang-Undang Perpajakan. Book
tax differences ini dibedakan menjadi Large Positive Normal Book Tax
Differences (LPNBTD) dan Large Positive Abnormal Book Tax Differences
(LPABTD). LPNBTD disebabkan karena tindak non-discretionary accruals
sedangkan LPABTD disebabkan oleh tindak earnings management atau
discretionary accruals. Oleh sebab itu terdapat kemungkinan dilakukan tindak
penghindaran pajak dengan memanfaatkan perbedaan tersebut. Maka penelitian
ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara
LPNBTD dan LPABTD terhadap penghindaran pajak.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perusahaan sektor barang
konsumen primer makanan dan minuman yang telah terdaftar di bursa efek
Indonesia tahun 2020-2021 dan 2021-2022 sehingga total populasi penelitian
yakni 144 perusahaan dengan total sampel yakni 69 sampel yang dipilah dengan
menggunakan metode purposive sampling. Pengujian variabel pada penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, ditemukan bahwa Large
Positive Normal Book Tax Differences memiliki pengaruh signifikan terhadap Tax
Avoidance. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa Large Positive
Abnormal Book Tax Differences memberikan dampak signifikan terhadap Tax
Avoidance. Dengan kata lain, kedua variabel ini terbukti memiliki hubungan yang
kuat dan mempengaruhi praktik penghindaran pajak yang dilakukan oleh
perusahaan.