Abstract :
Sektor konstruksi memiliki peran yang penting dalam perkembangan negara. Dalam pelaksaan proyek konstruksi terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hasil akhir suatu proyek. Suatu proyek akan tetap menghadapi masalah ketidakefisienan dalam proses pelakasanaan pekerjaan. Ketidakefisienan dalam proyek akan menghasilkan waste. Risiko dari waste akan mempengaruhi kelancaran pelaksanaan proyek. Seperti pada contoh proyek konstruksi yang dikerjakaan oleh PT Bingkai Langit Konstruksi yaitu proyek pembuatan Villa Lange yang berlokasi di Desa Tumbak Bayuh. Proyek ini mengalami keterlambatan jadwal, yang mengakibatkan perpanjangan durasi pekerjaan dari time schedule sebelumnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat non-physical waste yang terjadi pada proyek Villa Lange dengan metode penyebaran kuesioner dan metode borda, serta untuk mengetahui tindakan mitigasi untuk waste tersebut. Tujuan lainnya adalah untuk total durasi yang didapat dari penerapan metode CCPM pada proyek Villa Lange.
Dari penelitian yang telah dilakukan, tingkat non-physical waste tertinggi adalah defect dengan bobot 26,9%. Tindakan mitigasi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengawasan di setiap pekerjaan dan selalu melakukan checklist. Serta, dari penjadwalan dengan metode CCPM, didapatkan durasi dari feeding buffer sebesar 14 hari, sedangkan durasi dari project buffer sebesar 129 hari. Dengan total durasi penyelesaian proyek adalah 364 hari apabila project buffer digunakan secara menyeluruh.