Abstract :
Keterlambatan pekerjaan proyek sering terjadi akibat adanya perbedaan kondisi lokasi, perubahan desain, pengaruh cuaca, dan kesalahan dalam perencanaan. Keterlambatan proyek dapat diantisipasi dengan melakukan percepatan (crashing) dalam pelaksanaannya, namun tetap harus memperhatikan faktor biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung waktu dan biaya proyek jika dilakukan crashing dan mengukur perbandingan waktu dan biaya proyek yang efektif dan efisien antara alternatif penambahan jam kerja (lembur) 4 jam dan penambahan jumlah tenaga kerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif komparatif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan membandingkan variabel-variabel tertentu guna menganalisis faktor penyebab serta menentukan pilihan yang paling efektif dan efisien. Penelitian ini digunakan metode crashing dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur) 4 jam dan penambahan jumlah tenaga kerja. Output yang didapatkan dari penelitian ini berupa hasil percepatan dari kedua alternatif yang nantinya dibandingkan dan dicari alternatif percepatan yang efektif dan efisien. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa crashing yang dilakukan dengan penambahan jam kerja (lembur) 4 jam didapatkan durasi percepatan 91,1 hari lebih cepat sebesar 18,68% dari durasi awal dan 112 hari sedangkan dengan penambahan tenaga kerja 91,8 hari lebih cepat sebesar 18,04% dari durasi awal dan 112 hari, sedangkan untuk biaya Rp. 6.303.431.902 dengan alternatif penambahan jam kerja 4 jam 6,95 % lebih mahal dari kondisi normal dan Rp. 5.814.906.204 dengan alternatif penambahan tenaga kerja 1,34 % lebih murah dari kondisi normal.