DETAIL DOCUMENT
Penerapan Manajemen Risiko untuk Meminimalisasi Risiko Kerugian pada UMKM Pedagang Buah di Pasar Pandansari
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Putri, Eva Triyana
Subject
Manajemen 
Datestamp
2024-09-09 05:41:09 
Abstract :
Pelaku usaha seperti UMKM pasti dihadapkan berbagai risiko. Risiko yang dihadapi menjadi potensi risiko yang memengaruhi keberhasilan usaha serta penurunan penghasilan sehingga mendorong untuk mencari cara efektif dalam mengelola risiko agar terhindar dari kerugian, maka diperlukan upaya dalam meminimalisasikan risiko agar tidak terjadi kerugian disebut dengan manajemen risiko. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan manajemen risiko untuk meminimalisir risiko kerugian pada pedagang buah di Pasar Pandansari. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan sesuai dengan proses manajemen risiko yang mencakup langkah-langkah identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, serta penanganan risiko. Hasil penelitian ini ditemukan tujuh kejadian risiko yang terjadi pada pedagang buah di Pasar Pandansari yaitu risiko buah busuk, risiko pada masalah persediaan buah, risiko pencurian, risiko buah dimakan tikus, risiko adanya pesaing, risiko tidak memanfaatkan pemasaran online, dan risiko fluktuasi harga. Analisis risiko dilakukan dengan matriks risiko terhadap penilaian likelihood dan impact risk untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan serta seberapa sering kemungkinan kejadian risiko terjadi. Upaya penanganan risiko yang dapat dilakukan dengan pengurangan risiko seperti memberikan tempat penutup agar mengurangi risiko kerusakan dan pembusukan buah, mulai menjaga kualitas buah agar dapat membantu dari persaingan antar pedagang, dan berhati-hati dalam pengelolaan stok karena takut terjadi potensi kerugian. Namun, pada pelaksanaan manajemen risiko pada pedagang buah di Pasar Pandansari masih belum sepenuhnya diterapkan secara maksimal dan masih perlu dipertegas kembali karena beberapa risiko yang tergolong dalam kategori sedang belum sepenuhnya dapat diturunkan ke risiko tingkat rendah. 
Institution Info

Politeknik Negeri Bali